Segmentasi Bank Syariah Meluas

93

SEMARANG – Ketatnya persaingan antar-bank konvensional di Indonesia, ternyata tidak berpengaruh pada pertumbuhan perbankan syariah. Setiap tahunnya, bank syariah mengalami pertumbuhan omset yang cukup siginifikan. Saat ini di Indonesia tercatat ada 22 unit usaha syariah dari bank konvensional, dan 12 bank umum syariah.

Head of Syariah Business, Syariah Business Unit OCBC NISP Syariah, Koko T. Rachmadi, mengatakan jika pihaknya menargetkan pertumbuhan sebesar 25 persen di tahun 2015 ini. Dirinya sangat yakin tercapai lantaran kini segmentasi bank syariah semakin besar setiap tahunnya. “Perputaran uang ditahun lalu sekitar Rp 2,5 triliun, sementara tahun ini pada bulan Maret lalu tercatat Rp 2,7 triliun, kenaikannya cukup besar,” katanya, kemarin.

Keyakinan tesebut, didasari atas keputusan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang merestui sejumlah program dan pengenalan bank syariah kepada masyarakat, dengan total market share sekitar 4,8 persen. “Kami harap market share-nya bisa naik mencapai 5 persen,” tandasnya.

Sektor produk perbankan syariah yang paling diminati masyarakat masih pada pembiayaan, dengan jumlah uang Rp 1,6 triliun.

Sementara itu, untuk memperluas segmentasi pasar, pihak OCBC NISP berencana menambah dua cabang di Batam dan Pontianak dengan 240 kantor layanan syariah atau office channeling dari 8 cabang yang ada. “Penguatan industri ini akan menambah berkembangnya perbanhkan syariah di Indonesia, aset perbankan syariah mencapai 4,5 pesen dari total aset perbankan secara nasional. Kebijakan dari pemerintah harus dilakukan agar perkembangan perbankan syariah lebih besar,” pungkasnya. (den/smu)

Silakan beri komentar.