DIPERIKSA : Kades Sumur Banger, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, Minal Khosirin, saat diperiksa Kepala Inspektorat Pemkab Batang, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIPERIKSA : Kades Sumur Banger, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, Minal Khosirin, saat diperiksa Kepala Inspektorat Pemkab Batang, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Lantaran diduga melakukan perselingkuhan dengan isteri orang lain, Kepala Desa (Kades) Sumur Banger, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, Minal Khosirin, 51, Rabu (27/5) siang kemarin, diperiksa oleh Kepala Inspektorat Pemkab Batang. Minal bersama istrinya yang bernama Suwarti, diperiksa lebih dari 6 jam. Jika terbukti melakukan apa yang dituduhkan warga, maka jabatan sebagai kades terancam dicopot.

Mencuatnya kasus perselingkuhan tersebut bermula ketika Slamet, 47, warga Desa Sumur Banger, melaporkan Minal yang diduga telah meniduri istrinya bernama Rohmi, 32, beberapa kali. Karena menjadi perbincangan warga di desa, Slamet akhirnya melaporkan perselingkuhan tersebut ke Bupati Batang, Yoyok Rio Sudibyo.

Namun tuduhan tersebut dibantah oleh Suwarti, 43, istri dari Kades Sumur Banger. Menurutnya, dugaan perselingkungan antara suaminya dengan Rohmi hanyalah fitnah yang dilatarbelakangi perseteruan politik. Pasalnya, Slamet suami Rohmi adalah tim sukses dari Hartati yang mencalonkan diri dalam pemilihan Kades Sumur Banger.

“Karena Hartati kalah, maka Slamet mencari-cari kelemahan suami saya yang menang menjadi kades. Yakni dengan membuat fitnah bahwa suami saya meniduri warganya Rahmi tersebut,” ungkap Suwarti.

Minal menegaskan bahwa dirinya akan menuntut balik warganya yang telah melaporkan dirinye ke Bupati Batang. Sehingga nama baiknya tercemar dan harus beberapa kali diperiksa di Inspektorat Pemkab Batang. “Kalau terbukti saya tidak bersalah, maka yang melaporkan saya ke Bupati Batang, akan saya tuntut balik ke Polres Batang,” kata Minal.

Minal menandaskan bahwa isu tentang perselingkuhan dirinya sudah dihembuskan oleh lawan politiknya sejak setahun lalu. Karena itulah, dirinya heran lantaran Inspektorat Pemkab Batang, baru memeriksa dirinya sekarang.

“Ini tidak wajar, karena kasusnya sudah lebih dari satu tahun. Sangat kurang tepat, jika Inspektorat Pemkab Batang menindaklanjuti laporan warganya yang sudah lama, sekarang ini. Kenyataannya, Inspektorat memeriksa saya dan istri saya lebih dari 4 jam,” tandas Minal emosi.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Pemkab Batang, Isnanto, menegaskan bahwa pihak Inspektorat telah memeriksa lebih dari 4 orang saksi yang terdiri atas pelapor, Ketua RT 05 Desa Sumur Banger dan dua warga Desa Sumur Banger, yang sering melihat kades tersebut bersama Rohmi.

“Inspektorat Pemkab Batang hanya menindaklanjuti laporan warga. Semua ini kami lakukan, agar masyarakat di Desa Sumur Banger kondusif, tidak timbul gejolak. Kemudian hasil pemeriksaan akan dilaporkan ke Bupati Batang,” tegas Isnanto. (thd/ida)