DIASAH : Anggota Pendam IV/Diponegoro tengah membidik  sasaran tembaknya menggunakan Pistol FN 45 pada  latihan menembak di Arhanudse-15, Semarang, Selasa (26/05). (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIASAH : Anggota Pendam IV/Diponegoro tengah membidik sasaran tembaknya menggunakan Pistol FN 45 pada latihan menembak di Arhanudse-15, Semarang, Selasa (26/05). (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Keahlian menembak merupakan kemampuan mutlak yang dimiliki setiap Prajurit TNI. Untuk mengasah itu, Prajurit Pendam 1V Dipenogoro, kemarin (26/5) melaksanakan Kegiatan Latihan menembak senjata dipimpin Kapendam 1V Dipenogoro, Letkol Elphis Rudi di lapangan tembak Yon Arhanudse-15 Kodam 1V Dipenogoro.

Dalam latihan tersebut peserta menggunakan senjata jenis SS1 F1 untuk laras panjang dengan jarak 100 meter. Merela melakukan menembak dengan tiga sikap yaitu sikap berdiri, tiarap dan sikap duduk serta menembak TTO ( Tembak Tempur Opensif) dengan jarak 100 meter, serta menembak Pistol jenis FF46 dengan jarak 15 hingga 25 meter dengan sikap berdiri. “Setiap melakukan penembakan ada beberapa cara yang dilakukan dan jaraknya juga berbeda,” kata Kapendam Kodam 1V Dipenogoro, Letkol Elphis Rudi.

Kapendam menambahkan, kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kemampuan menembak dengan menggunkan senjata laras panjang dan pistol untuk tingkat perorangan sesuai TOP/DSPP yang berlaku. Dalam latihan menembak, setiap anggota diharuskan dapat memahami dibidang pengetahuan baik teknik maupun taktik menembak tentang karakteristik Senapan yang digunakan dan dasar menembak. “Jadi pada latihan ini dilakukan setiap tiga bulan sekali, yang tujuannya untuk meningkatkan kemampuan menembak prajurit Pendam,” imbuhnya.

Sebelum melakukan latihan menembak dengan amunisi tajam, Prajurit diwajibkan mengikuti drill kering atau acu bidik. Dalam kesempatan itu, Kapendam mengaku bahwa dalam latihan menembak ini, utamakan faktor keamanan dan keselamatan selama latihan. “Dalam latihan itu yang terpenting adalah mengutamakan keselamatan prajurit. Jangan sampai dalam latihan ini justru menimbulkan musibah. Tetapi yang terpenting keselamatan,” tambahnya. (hid/fth)