SEMARANG- Tiga kandidat bakal calon (balon) wali kota dan wakil wali kota dari penjaringan Koalisi Gerindra-PAN absen dalam uji kompetensi, Senin (25/5) kemarin. Meski begitu, ketidak hadiran itu tidak membuat tiga kandidat tersebut gugur.

Ketua Penjaringan Koalisi Gerindra-PAN Hermawan Sulis menjelaskan, tiga kandidat tersebut adalah Krisna Bayu dengan alasan sedang mendampingi kontingen ke Singapur, Sigit Ibnugroho dipanggil DPP, WS Basuki alasan sakit. “Ada sembilan kandidat yang mendaftar melalui koalisi kami, tapi yang tidak hadir tiga dalam uji kompetensi kemarin,” terangnya.

Kesembilan kandidat itu, yakni dua orang bakal calon wali kota, yakni mantan Wali Kota Semarang Soemarmo Hadi Saputro dan Sigit Ibnugroho Sarasprono, kader Gerindra yang berprofesi sebagai pengusaha.

Pada posisi bakal calon wakil wali kota, yakni Yanuar Muncar, Husein Alamsyah, dan Subari (ketiganya politikus PAN), dr Syafi’i (politikus PPP), atlet Krishna Bayu, WS. Basuki, dan Edi Raharto (pengusaha). Dalam uji kompetensi tersebut, para kandidat diberi waktu untuk menyampaikan visi misi serta program ke depan dalam membangun Kota Semarang. Termasuk pandangan terhadap politik, sosial, budaya, pendidikan, dan sebagainya.

Meski ketiga kandidat tidak hadir uji kompetensi yang disiarkan langsung Cakra Semarang TV itu, Sulis mengatakan ketiganya tetap diikutkan pada tahapan selanjutnya, yakni survei elektabilitas.”Kesembilan bakal calon itu sudah memenuhi syarat secara administratif. Ketidakhadirannya juga disertai surat keterangan resmi dan bukan karena kepentingan pribadi. Jadi, kami tidak anggap gugur. Tapi nanti ada poinnya sendiri,” kata anggota DPRD Kota Semarang itu.

Ia menjelaskan Koalisi Garuda-Matahari melakukan serangkaian tahapan untuk menyeleksi figur yang paling tepat diusung sebagai calon pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Semarang 2015.”Dari tahapan uji kompetensi ini, kami bisa mengukur kompetensi. Masyarakat juga bisa menilai sendiri karena disiarkan secara ‘live’ di televisi. Setelah ini, masuk tahapan survei,” katanya.

Survei, kata dia, rencananya akan berlangsung selama 10 hari untuk mengukur elektabilitas masing-masing kandidat sehingga menjadi dasar Koalisi Gerindra-PAN memilih figur yang paling tepat. “Hasil survei akan kami serahkan ke DPP,” tandasnya.

Salah satu kandiat balon wali kota Soemarmo HS memaparkan sejumlah program. Di bidang transportasi, dia menilai kalangan pelajar yang menaiki moda transportasi massal Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang harus digratiskan. “Ya, untuk menarik minat pelajar menaiki bus Trans Semarang, daripada mereka naik sepeda motor atau kendaraan pribadi ke sekolah. Kan lebih baik naik transportasi umum,” katanya. “Ini memang salah satu program saya. Ya, harus ada terobosan baru seperti itu. Mereka kan punya kartu pelajar. Itu (kartu pelajar, red.) bisa ditunjukkan saat naik BRT (Trans Semarang, red.),” tandasnya.

Di samping kebijakan pelajar naik Trans Semarang gratis, Soemarmo juga berkeinginan untuk menambah program wajib belajar (wajar) sembilan tahun sampai SMP menjadi sembilan tahun, atau sampai SMA. Soemarmo juga menyampaikan programnya untuk melakukan reformasi birokrasi, dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan mengubah mental birokrasi dari “dilayani” menjadi “melayani”. (zal)