Masyarakat Tak Perlu Khawatir, Sidak Lebih Intensif

333
PERIKSA BERAS- Bupati Semarang, Mundjirin bersama Kepala Dinas Koperasi UMKM, Perindustrian dan Perdagangan M. Natsir mengecek beras yang dijual di pasar Bandarjo, Ungaran. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
PERIKSA BERAS- Bupati Semarang, Mundjirin bersama Kepala Dinas Koperasi UMKM, Perindustrian dan Perdagangan M. Natsir mengecek beras yang dijual di pasar Bandarjo, Ungaran. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN- Peredaran beras plastik memang telah menyita perhatian nasional. Masyarakat pun mulai was-was ketika membeli kebutuhan pokok tersebut. Tak ingin kecolongan peredaran beras plastik di wilayahnya, Bupati Semarang Mudjirin, menggelar sidak ke sejumlah pasar, Selasa (26/5).

Selain beras plasik, bupati juga mengecek kebutuhan lain, seperti Kemiri yang dikabarkan juga dipalsukan. Sidak yang dipimpin bupati diikuti tim gabungan Dinas Koperasi UMKM, Perindustrian dan Perdagangan, Satpol PP serta Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Semarang untuk melukan inspeksi mendadak di Pasar Bandarjo, Ungaran.

Bupati dan sejumlah kepala dinas serta tim ahli, melakukan pengecekan satu persatu pedagang beras di pasar tersebut. Selain di Pasar Bandarjo, tim lain juga bergerak di pasar Projo Ambarawa untuk memantau peredaran Kemiri. Sebab ada dugaan beredarnya Kemiri palsu yang terbuat dari tepung beredar di pasaran.“Pengawasan beras dan pengecekan sudah berjalan rutin dan beberapa minggu terakhir ini lebih diintensifkan. Ada enam titik yakni pasar besar yang dipantau belum ditemukan beras plastik, mudah-mudahan tidak ada,” tutur Bupati.

Bupati menambahkan, pihaknya menghimbau agar masyarakat tidak terlalu khawatir dan tidak membeli beras di pasar. Pihaknya sudah memantau dan kebanyakan jenis beras yang berada di tingkat agen dan pengecer beras asli dari petani di wilayah Jawa Tengah. Menurut Bupati yang patut diwaspadi tidak hanya beras plastic saja, juga bahan kimia lainnya seperti rodamin, formalin dan bahan kimia berbahaya lainnya yang disalahgunakan dengan dicampurkan ke makanan.“Kami himbau agar masyarakat tidak resah, tetapi tetap waspada. Agen maupun pengecer juga harus melakukan pengecekan beras-beras yang dibelinya sebelum dipasarkan lagi,” tuturnya.

Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan, M. Natsir mengatakan di Kabupaten Semarang kebanyakan berasnya dari kabupaten/kota sekitar. Berbeda dengan di Jakarta yang berasnya bisa dari berbagai kota bahkan dari luar negeri. Sehingga beras plastik diperkirakan tidak masuk ke Kabupaten Semarang.“Tim gabungan sudah bergerak melakukan pengecekan dan belum ada temuan apapun. Termasuk kami akan mengecek adanya dugaan Kemiri palsu di Pasar Projo. Kabid Perdagangan sudah kami minta untuk melakukan pantauan dan pengawasan di sana,” ungkap Natsir.

Pemilik warung makan Tanto Tanti Bandungan, Lusia Lanny, 38, warga Desa Kenteng, Bandungan mengatakan, sebelum geger ada temuan beras palsu. Pihaknya pernah menjadi korban pemalsuan bumbu dapur seperti Kemiri. Bentuknya sangat mirip dengan Kemiri, namun saat ditumbuk dan dimasak bumbu tersebut menggumpal. “Kemiri itu baru ketahuan kalau palsu, setelah bumbu yang ditumbuk itu dimasak. Tahu-tahu bumbu rica-rica itu menjadi lengket seperti jenang. Biasanya tidak seperti itu. Karena curiga, saya cek Kemiri sisanya ternyata tidak seperti kemiri biasanya. Perkiraan kami kemiri itu dibuat dari tepung. Saya jadi rugi karena bumbu yang saya buat tidak bisa digunakan,” ujarnya.

Di saat yang sama, Kapolres Semarang AKBP Latif Usman bersama sejumlah perwira di lingkungan Polres Semarang, juga mengecek beras di Gudang Bulog Bawen untuk memastikan tidak adanya peredaran beras plastik. Kapolres juga telah menghimbau agar para Kapolsek, Babinkamtibmas untuk mensosialisasikan pada masyarakat agar tidak terlalu khawatir adanya isu beras plastik.“Para Kapolsek dan Babinkamtibmas sudah kami minta untuk menciptakan suasana tenang di masyarakat. Termasuk melakukan pengecekan ke pasar tradisional dan distributor yang ada di wilayah Kabupaten Semarang. Hasil pantauan kami hingga saat ini tidak ada,” tutur Kapolres usai mengecek beras di Gudang Bulog Bawen. (tyo/zal)