TUMBUHKAN MINAT BACA : Sejumlah anak membaca buku di Posko Baca Jogokali yang didirikan di Kelurahan Tirto, Kota Pekalongan. (Hanafi/jawa pos radar semarang)
TUMBUHKAN MINAT BACA : Sejumlah anak membaca buku di Posko Baca Jogokali yang didirikan di Kelurahan Tirto, Kota Pekalongan. (Hanafi/jawa pos radar semarang)

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Salah satunya dengan mendirikan Posko Baca Jogokali di Kelurahan Tirto, Kota Pekalongan ini.

Hanafi, PEKALONGAN

Saat Koran ini datang ke Kelurahan Tirto RT 03 RW 01 Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan, langsung tertarik pada sebuah bangunan dari kayu namun terkesan ekslusif dan menarik. Tampak banyak anak-anak siang itu yang sibuk membolak-balik buku bacaan. Ada yang membaca novel, buku cerita, majalah dan buku lainnya.

Rasa ingin tahu saya langsung terjawab setelah bertanya kepada salah satu warga setempat yang duduk santai di sekitar taman baca tersebut. Pria berambut sedikit gondrong tersebut memperkenalkan diri, bernama Triyono. ”Teman-teman dan warga kampung lebih akrab memanggil saya Tri Kucir,” ucapnya sambil membetulkan rambutnya.

Dirinya yang ternyata menggagas adanya perpustakaan tersebut. “Taman baca atau perpustakaan kecil ini sengaja saya dirikan untuk anak-anak di kampung agar suka membaca,” ujarnya mantap.

Biasanya, usai pulang sekolah atau musim liburan seperti saat ini, bocah-bocah di kampung dan teman-teman sekolah anaknya membuka lembar demi lembar buku yang mereka pilih. Ada beberapa jenis bacaan disini, mulai dari koran, komik, novel, majalah dan lain sebagainya.

“Taman baca ini sendiri tidak ujug-ujug memiliki ratusan koleksi, namun satu persatu buku ini bisa terkumpul dan saya dapatkan dengan berbagai cara,” ucapnya.

Tri mendapatkan buku dari meminta kepada teman atau narasumber saat bertandang. Dan ada pula yang didapatkan dari membeli dengan uang pribadi. Beberapa buku didapatkan di pameran buku saat diskon besar-besaran, kemudian di pasar loak dan membeli kepada pemulung yang biasanya mampir ke rumahnya jika dia menemukan buku saat mengais di tempat sampah.

“Ini murni beramal untuk lingkungan, makanya warga juga sangat mendukung. Daripada mereka bermain yang tidak manfaat mending menggunakan ini untuk bermain bersama,” ucap wartawan televisi swasta tersebut.

Berada di dalam Poskamling dengan ukuran 2 x 3 meter, Perpustakaan tersebut sengaja diberi nama Jogokali, karena memang berada di pinggir sungai daerah setempat. Tampak anak-anak sangat antusias berada di dalam perpustakaan tersebut. Selain suasananya nyaman, juga aman karena dekat dengan perumahan warga.

Ketua RT setempat Teguh Catur Wibowo, sangat mendukung pendirian perpustakaan untuk anak-anak dan warga sekitar di dalam Poskamling tersebut. ”Buku-buku dan majalah yang ada merupakan sumbangan dari rekan-rekan maupun warga sekitar. Terutama yang banyak sumbangan dari Pak Kucir, karena dia juga penggagasnya. Warga juga senang karena anak-anaknya kini bisa bermain namun lebih bermanfaat. Selain itu, berada di tempat yang nyaman orang tua juga tidak khawatir,” pungkasnya. (*/ric)