UNGARAN–Perang terhadap perjudian benar-benar dilakukan petugas Satreskrim Polres Semarang. Setelah sebelumnya menggerebeg arena judi dadu di Dusun Saren, Desa Jayan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Giliran arena judi dadu di lokasi acara Merti Dusun Baok, Desa Ujung-ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang dikosek.

Penggerebegan perjudian itu membuat para penjudi kocar-kacir. Namun polisi berhasil menangkap Dian Suranto, 31, warga Dusun Krapyak RT 04 RW 08, Desa Urutsewu, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali; Sukamto, 48, warga Kupang Tegal Bulu RT 08 RW 07, Kelurahan Kupang, Kecamatan Ambarawa; dan Ngadiyanto, 46, warga Dusun Kaligintung RT 08 RW 02, Desa Karangduren, Kecamatan Tengan, Kabupaten Semarang. Polisi juga menyita satu set peralatan judi dadu dan uang tunai Rp 121.000.

Bandar dadu, Dian Suranto mengaku sengaja menggelar judi dadu di sejumlah tempat keramaian. Seperti pada acara Merti Dusun Baok, Desa Ujung-ujung, Kecamatan Pabelan. Omzet perjudiannya baru sekitar ratusan ribu permalam.

“Biasanya kami menggelar dadu di acara hajatan. Kebetulan ada Merti Dusun, jadi kami menggelar dadu di sana. Sebenarnya hanya iseng saja mencari uang tambahan,” kata Dian Suranto yang setiap hari bekerja serabutan itu.

Dian Suranto dan teman-temannya ditangkap oleh petugas Satreskrim Polres Semarang yang sedang patroli. Polisi meningkatkan pengawasan dan pengamanan karena ada laporan masyarakat tentang arena judi dadu. Setelah mendapati ada permainan judi dadu, polisi menggerebegnya, pada Rabu (20/5) sekitar pukul 22.15.

“Kami akan terus melakukan pemberantasan terhadap penyakit masyarakat. Apalagi saat ini menjelang Ramadan. Ketiga tersangka melanggar pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 10 tahun,” ungkap Kapolres Semarang, AKBP Latif Usman. (tyo/ida)