Sematkan Teknologi Premium di LCGC

301
MAKIN BERSAING: Suzuki Wagon R AGS, LCGC dengan teknologi tinggi. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)
MAKIN BERSAING: Suzuki Wagon R AGS, LCGC dengan teknologi tinggi. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kenyamanan Automatic Gear Shift (AGS) yang biasanya hanya disematkan di mobil premium, kini bisa dirasakan di kelas Low Cost Green Car (LCGC). Pengendara bisa merasakan sensasi teknologi transmisi semi otomatis ini lewat LCGC milik Suzuki, Karimun Wagon R AGS yang hanya dibanderol Rp 144 jutaan.

AGS merupakan sistem yang menggabungkan dua jenis transmisi, matic dan manual. Dengan teknologi ini, pengendara bisa memilih jenis transmisi sesuai dengan kondisi jalan. “Ketika di perkotaan yang sarat kemacetan, biasanya pengemudi suka transmisi matic. Pas melaju di jalan sepi, mobil ini bisa langsung di-switch ke mode manual untuk mendapatkan tenaga yang lebih besar. Jadi bisa gonta-ganti mode sesuai kenyamanan dan kebutuhan,” kata Regional Manager PT SST Isbowo.

Paduan dua jenis transmisi ini juga mematahkan kelemahan masing-masing varian transmisi. Di konstruksi AGS, tidak akan ditemukan keausan kampas kopling yang biasanya ditemukan di jenis manual, dan penggunaan oli terbilang awet lantaran volumenya sama dengan transmisi manual.

Sementara itu, Marketing Brand Manager Suzuki Indomobil Sales (SIS) Daniel Ryan menambahkan, pengaplikasian teknologi AGS juga mampu memangkas konsumsi bahan bakar. “Karimun Wagon R AGS ini terbilang irit. Konsumsi bensinnya serasa mobil manual meski terus digunakan dalam mode matic. Dari hasil ujicoba pabrik, 1 liter bisa sampai 21,58 km. Sementara di mode manual, cukup untuk 21,06 km,” imbuhnya.

Sensasi transmisi mobil premium ini ternyata sukses menggaet pasar. Buktinya, sejak diluncurkan di Semarang, Rabu (20/5) lalu, Karimun Wagon R AGS sudah laku sembilan unit. Angka itu terbilang baik lantaran gairah penjualan LCGC kini tengah melesu. “Kami yakin pasar untuk LCGC akan semakin tumbuh, terlebih dengan produk baru ini masyarakat memiliki banyak pilihan,” harapnya. (amh/smu)