Korban Penipuan Umroh Lapor Polisi

207

UNGARAN-Sejumlah korban penipuan umrah Jalania (JA) Tour di Gedanganak, Ungaran, akan melaporkan ke Polres Semarang. Pasalnya, hingga saat ini tidak ada kejelasan kapan akan diberangkatkan. Bahkan pemilik JA Tour, Gus Nur sudah kabur.

Menurut Budi Nugroho, 35, perwakilan keluarga korban Ramlan dan Uminingsih, warga Bandungan, Kabupaten Semarang, pihaknya akan melaporkan kasus penipuan tersebut ke Polres Semarang. Sebab, tidak ada itikad baik dari pihak JA Tour. Padahal korban sudah sabar menunggu hingga April 2015 seperti yang sudah dijanjikan.

“Janjinya April berangkat, tapi tidak diberangkatkan. Kami sudah berupaya menagih uangnya. Tapi pemilik JA Tour, Gus Nur tidak bisa dihubungi lagi. Bahkan di kantornya juga tidak bisa ditemui. Karena tidak ada itikad baik, maka akan kami laporkan ke polisi,” kata Budi, Senin (25/5) kemarin.

Kasi Haji dan Umrah, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Semarang Muhtarom menjelaskan bahwa di Kabupaten Semarang hanya dua biro haji dan umrah yang resmi.

“Disini yang resmi hanya dua biro. Izin biro umrah itu wewenangnya ada di pusat. Jadi ketika ada masalah seperti itu, kami tidak bisa banyak membantu. Tetapi ketika nanti ada korban melapor ke Kemenag pusat, kami akan mendampingi,” tutur Muhtarom.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, di kantor JA Tour sudah sepi. Hanya ada dua karyawan yang tidak mau memberikan keterangan apapun. Karyawan JA Tour hanya mengatakan bahwa Gus Nur sudah tidak pernah pulang. “Saya hanya berharap Gus Nur kembali untuk menyelesaikan masalah ini,” tutur seorang karyawan yang keberatan namanya disebut dalam koran. (tyo/ida)