31.2 C
Semarang
Senin, 16 Desember 2019

Korban Penipuan Umroh Lapor Polisi

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

UNGARAN-Sejumlah korban penipuan umrah Jalania (JA) Tour di Gedanganak, Ungaran, akan melaporkan ke Polres Semarang. Pasalnya, hingga saat ini tidak ada kejelasan kapan akan diberangkatkan. Bahkan pemilik JA Tour, Gus Nur sudah kabur.

Menurut Budi Nugroho, 35, perwakilan keluarga korban Ramlan dan Uminingsih, warga Bandungan, Kabupaten Semarang, pihaknya akan melaporkan kasus penipuan tersebut ke Polres Semarang. Sebab, tidak ada itikad baik dari pihak JA Tour. Padahal korban sudah sabar menunggu hingga April 2015 seperti yang sudah dijanjikan.

“Janjinya April berangkat, tapi tidak diberangkatkan. Kami sudah berupaya menagih uangnya. Tapi pemilik JA Tour, Gus Nur tidak bisa dihubungi lagi. Bahkan di kantornya juga tidak bisa ditemui. Karena tidak ada itikad baik, maka akan kami laporkan ke polisi,” kata Budi, Senin (25/5) kemarin.

Kasi Haji dan Umrah, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Semarang Muhtarom menjelaskan bahwa di Kabupaten Semarang hanya dua biro haji dan umrah yang resmi.

“Disini yang resmi hanya dua biro. Izin biro umrah itu wewenangnya ada di pusat. Jadi ketika ada masalah seperti itu, kami tidak bisa banyak membantu. Tetapi ketika nanti ada korban melapor ke Kemenag pusat, kami akan mendampingi,” tutur Muhtarom.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, di kantor JA Tour sudah sepi. Hanya ada dua karyawan yang tidak mau memberikan keterangan apapun. Karyawan JA Tour hanya mengatakan bahwa Gus Nur sudah tidak pernah pulang. “Saya hanya berharap Gus Nur kembali untuk menyelesaikan masalah ini,” tutur seorang karyawan yang keberatan namanya disebut dalam koran. (tyo/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Perbanyak Bank Sampah, Sulap menjadi Produk Tas

RADARSEMARANG.COM - Tidak hanya mengajak membuang sampah pada tempatnya, Wisanggeni Damar Panuluh juga mengarahkan orang-orang di sekitarnya untuk memilah dan memanfaatkan sampah. Salah satunya...

Badan Otoritas Harus Beri Porsi ke Pemda

MUNGKID-- Badan otoritas yang akan mengelola Candi Borobudur diharapkan mampu berdampak positif bagi kemajuan masyarakat khususnya Kabupaten Magelang. Untuk itu, diharapkan Pemkab Magelang bisa...

Bupati Pergoki Blanko Sensus Belum Siap

KAJEN-Sejumlah petugas Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) bersama Tim Penggerak PKK (TP PKK) kena semprot Bupati Pekalongan, Amat Antono. Pasalnya, saat...

PPILN Inspeksi Instalasi Listrik di 511 Kab/Kota

DEMAK- PT Perintis Perlindungan Instalasi Listrik Nasional (PPILN) kini telah mampu menangani serta menginspeksi instalasi listrik di 511 kabupaten/kota di wilayah Indonesia. Yang menarik,...

More Articles Like This

- Advertisement -