Satpol PP Garuk 8 Pelanggar Pekat

220
MINTAI KETERANGAN : Petugas Polres Pekalongan Kota saat meminta keterangan para  pelaku pesta miras dan asusila di dalam sel Satpol PP Kota Pekalongan. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MINTAI KETERANGAN : Petugas Polres Pekalongan Kota saat meminta keterangan para pelaku pesta miras dan asusila di dalam sel Satpol PP Kota Pekalongan. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Malam Jumat (Maljum) sering dimanfaatkan warga untuk menikmati akhir pekan. Namun, menjadi salah satu agenda Satpol PP Kota Pekalongan untuk menggelar razia rutin, Kamis (21/5).

Ternyata benar, petugas berhasil mengamankan delapan orang. Tiga di antaranya sedang melakukan pesta minuman keras (miras), tiga pelaku asusila, satu pengamen kuda lumping dan satu PGOT (Pengemis Gelandangan Orang Terlantar).

Kasi Penegakan Peraturan Daerah (Dagda) Satpol PP, Sapto Widiapsono menjelaskan bahwa razia rutin digelar setiap hari Sabtu dan Kamis. Dari penyisiran di sejumlah titik yang disinyalir menjadi lahan maksiat, petugas berhasil mengamankan beberapa pelaku pekat (penyakit masyarakat).

“Malam Jumat dan malam Minggu, kami pilih karena biasanya warga memanfaatkan untuk akhir pekan. Bagi buruh saat Kamis sore menerima pocokan (gaji mingguan, red), dimanfaatkan untuk senang-senang,” ucapnya saat ditemui di Kantor Satpol PP Kota Pekalongan, Jumat (22/5) kemarin.

Sapto menambahkan, dari pelanggar pekat yang diamankan tidak semuanya ditangkap pada malam hari. Seperti PGOT dan pengamen kuda lumping diamankan saat sore hari sebelumnya di sekitar Ponolawen. “Tiga pemuda kami amankan saat pesta miras di perbatasan antara Batang-Pekalongan atau tugu perbatasan. Mereka awalnya mencoba membuang barang bukti, tapi kami cari dan dapat hingga akhirnya mereka mengaku. Kemudian tiga pelaku asusila kami amankan di Ceblung atau bekas Lokalisasi Boyongsari. Seluruhnya kami amankan dan dibina di Kantor Satpol PP satu malam,” tuturnya.

Dari delapan orang yang diamankan, tujuh di antaranya dibawa ke Polres Pekalongan untuk menjalani pembinaan dan tindak pidana ringan (tipiring). Sementara satu orang lainnya, yaitu PGOT dibawa ke RPSBM. “Untuk tipiring, mereka akan disidang dan biasanya dikenai denda sesuai dengan pelanggaran masing-masing,” terang dia lagi.

Sementara itu, M Afandi, 20, warga Batang salah satu peminum yang diamankan mengaku membeli miras di wilayah Kabupaten Batang kemudian minum bersama dua temannya. “Beli di Batang satu botol Rp50 ribu,” aku dia saat dimintai keterangan petugas dari Polres Pekalongan Kota sebelum dijemput untuk dibawa ke Mapolres. (han/ida)