TAK INGIN LEPAS: Seorang prajurit TNI mencium buah hatinya yang kali terakhir sebelum berangkat tugas di Ambon. Sang anak pun menangis, karena terasa akan ditinggal ayahnya bertugas. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)
TAK INGIN LEPAS: Seorang prajurit TNI mencium buah hatinya yang kali terakhir sebelum berangkat tugas di Ambon. Sang anak pun menangis, karena terasa akan ditinggal ayahnya bertugas. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)

TANJUNG MAS — Suasana tangis dan haru mewarnai keberangkatan Yonif 408 Suhbrasta Sragen menuju ke Ambon, Maluku. Prajurit yang berjumlah 500 orang tersebut berangkat dari pelabuhan Tanjung Mas Semarang dengan menggunakan KRI Teluk Ratai.

Dalam pelepasan tersebut sanak keluarga ikut mengantarkan sampai Pelabuhan Tanjung Mas. Tak sedikit keluarga yang menitikkan air mata ketika para prajurit itu berpamitan. Seakan berat meninggalkan keluarganya, seorang prajurit terlihat tak ingin melepaskan ciumannya di kening si buah hati. Mereka tidak kuasa menahan kesedihan tersebut, bahkan tidak sedikit anak-anak yang memeluk ayahnya karena rasa kangen ditinggal pergi bertugas selama 9 bulan. ”Harus bagaimana lagi namanya tugas negara harus diprioritaskan meskipun keluarga berat rasanya untuk melepasnya,” ungkap Diah Ayu Litananda, 26, kemarin.

Diah yang mempunyai putra laki-laki bernama Firendra Putra Brahmana, 1,5, terlihat diam meskipun masih digendong ibunya. ”Biasanya kalau ayahnya pulang dari tugas anak ini langsung mendekat dan mengajak bermain. Tetapi ini karena ditinggal tugas ayahnya sehingga menjadi pendiam,” akunya.

Sertu Saefurahman mengatakani, ini merupakan tugasnya yang kali kedua setelah sebelumnya pernah bertugas di Papua. ”Nantinya belum tahu anak ini akan merasa kangen dengan bapaknya. Soalnya ketika melihat bapaknya langsung minta digendong,” akunya.

Lain lagi dengan Diah Arum Sari, 25, yang menikah dengan Praka Eko Sucipto, 27. Perkawinannya yang masih baru ini terpaksa harus ditinggal untuk bertugas untuk negara. ”Semuanya sudah dipasrahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar suaminya diberi keselamatan dan bisa kembali dengan selamat,” aku Diah.

Pangdam IV Diponegoro, Mayjend TNI Bayu Purwiyoso mengatakan, mereka akan bertugas di Ambon untuk menjaga keamanan di wilayah tersebut. ”Sehingga kami meminta dukungan dari kawan-kawan semoga tidak terjadi apa-apa dan selamat sehingga bisa kembali kepada keluarga,” katanya.

Pangdam IV/Diponegoro menegaskan, semuanya pasukan organik 408, akan bertugas selama 9 bulan. ”Mereka melakukan tugas mulia untuk menjaga kedaulatan bangsa Indonesia,” katanya. (hid/zal/ce1)