Jukir Tewas di Depan Warung Makan

320
IDENTIFIKASI : Polisi melakukan identifikasi jasad juru parkir, Maryono yang ditemukan tewas di depan warung makan Laras Jalan Jenderal Sudirman Ambarawa, Jumat (22/5) kemarin. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
IDENTIFIKASI : Polisi melakukan identifikasi jasad juru parkir, Maryono yang ditemukan tewas di depan warung makan Laras Jalan Jenderal Sudirman Ambarawa, Jumat (22/5) kemarin. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

AMBARAWA-Seorang juru parkir (jukir) wilayah Pasar Projo Ambarawa, Maryono, 68, warga Dusun Krajan, Banyukuning, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jumat (22/5) pukul 06.30 ditemukan tewas di depan Warung Makan Laras, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 133 Ambarawa.
Saat ditemukan warga, tubuhnya dalam posisi tengkurap di lantai teras warung makan tersebut. Warga lantas melaporkan temuan tersebut kepada polisi. Anggota Unit Identifikasi Polres Semarang dan Polsek Ambarawa dibantu tim medis Puskesmas Ambarawa melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

“Saya diberitahu teman saya, ada mayat di depan warung. Lalu saya keluar mengecek. Ternyata benar, tukang parkir itu tergeletak di depan pintu. Saat itu juga, saya melaporkan ke Polsek Ambarawa,” kata pemilik Warung Makan Laras, Liem Yung Chiang, 47.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, korban sehari-hari menjadi juru parkir di kawasan Toko Menang Ambarawa. Korban sering berinteraksi dengan warga sekitar dan jarang pulang ke rumahnya di Banyukuning.

Sukri, 44, yang juga juru parkir mengungkapkan bahwa saat bertemu dengan Maryono, korban mengeluh tidak enak badan dan sakit. Bahkan, sejak Kamis (21/5) kemarin, korban tidak bekerja, hanya duduk-duduk di depan Toko Menang. Sorenya, korban didatangi istri dan anaknya untuk diajak pulang, namun korban menolak. Bahkan istrinya sempat dimarahi dan disuruh pulang.

“Pak Maryono tiap hari tidak pernah pulang. Tidurnya di emperan toko ataupun di tempat yang bisa untuk istirahat. Kamis (21/5) sore, saat bertemu saya, dia mengeluh tidak enak badan. Tahu-tahu, Jumat pagi, saya mendapat kabar jika Pak Maryono ditemukan tewas di depan BCA Ambarawa,” kata warga Panjang RT 02 RW 06 Ambarawa, Kabupaten Semarang ini.

Begitu datang ke lokasi kejadian, Polisi langsung memasang pita garis batas polisi agar lokasi tempat kejadian perkara tidak terganggu warga yang datang untuk melihat peristiwa tersebut. Hasil pemeriksaan Unit Identifikasi Polres Semarang, tidak ditemukan adanya luka di tubuh korban.

Selain itu, ditemukan tas berisi pakaian, rompi, peluit, kertas parkir, dan dompet berisi identitas serta uang tunai Rp 342 ribu dan nasi Padang yang belum sempat dimakan. Selain itu, ditemukan pula obat sesak nafas dan pusing. Polisi dan tim medis, Puskesmas Ambarawa, dr Dwi Retno memastikan korban meninggal dunia karena sakit.

“Dari saku korban ditemukan obat sesak nafas dan pusing. Kemungkinan korban meninggal dunia karena sakit. Untuk memastikan, penyebabnya harus diotopsi, namun pihak keluarga menolak,” katanya.

Kapolres Semarang, AKBP Latif Usman mengatakan bahwa dari hasil visum tidak ditemukan ada bekas penganiayaan. Sehingga diperkirakan korban meninggal dunia karena sakit. “Keluarga sudah menerima kematian korban dan akan segera memakamkan jenazah,” tutur Kapolres. Siang ini, korban diambil keluarganya untuk dimakamkan ditempat asalnya. (tyo/abd/ida)