KENANG-KENANGAN: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menerima kenang-kenangan berupa batu dari kawah Gunung Merapi dari Bakat Setyawan, relawan yang menyelamatkan korban Erry Yunanto. (Biro Humas Setda Jateng for Jawa Pos Radar Semarang)
KENANG-KENANGAN: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menerima kenang-kenangan berupa batu dari kawah Gunung Merapi dari Bakat Setyawan, relawan yang menyelamatkan korban Erry Yunanto. (Biro Humas Setda Jateng for Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo salut dan mengapresiasi sejumlah relawan yang sukses mengevakuasi korban mahasiswa Universitas Atma Jaya Jogjakarta, Erry Yunanto, 21, yang jatuh ke kawah Merapi. Ganjar sempat takjub ketika mendengar penuturan lisan bagaimana tim relawan turun ke dasar Gunung Merapi dengan kedalaman 200 meter. Yang sulit dipercaya, tim relawan terjun ke kawah hanya dengan mengenakan peralatan seadanya.

”Semangatnya luar biasa, berani turun ke kawah tanpa peralatan rescue,” katanya usai menemui relawan Barameru dari Boyolali di kantor Gubernur, kemarin. Para relawan tersebut mengevakuasi korban Erry yang jatuh ke kawah Merapi setelah berfoto selfie di atas sebuah batu.

Ganjar sempat tertegun, ketika seorang relawan, Bakat Setyawan alias Lahar menunjukkan video penyelamatan di dalam perut Merapi. Bakat bersama lima rekannya dengan semangat turun ke kawah untuk mengevakuasi tubuh Erry. Aksi heroik sang relawan ini pun membuat Ganjar miris sekaligus takjub. Betapa tidak, Bakat dan rekannya begitu berani untuk mengevakuasi tubuh korban. ”Relawan ini sangat luar biasa, tidak semua orang bisa melakukannya,” tambahnya.

Meski begitu, Ganjar merasa trenyuh mendengar cerita relawan yang minim peralatan keamanan. Dia berjanji bakal memberikan bantuan berupa peralatan rescue dari pemerintah sebagai bentuk penghargaan berbagai penyelamatan yang dilakukan relawan di Jateng. Sebab para relawan selama ini mempunyai semangat dan keberanian, namun ternyata tidak ada dukungan berupa peralatan rescue yang memadai. ”Dengan bantuan peralatan rescue yang lebih memadai, semoga relawan dapat lebih maksimal dalam melaksanakan tugas-tugasnya bersama dengan tim SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah,” tambahnya.

Bakat Setyawan alias Lahar sempat menceritakan bagaiman susahnya mencari dan mengevakuasi jenazah Erry. Ia bahkan harus berjam-jam di dalam perut bumi dengan peralatan yang seadanya. ”Suhunya mencapai 100-140 derajat celcius, dan saya hanya mengggunakan sandal gunung,” katanya.

Tapi ia senang, karena hasil kerja kerasnya membuahkan hasil. Dengan sejumlah relawan lainnya, akhirnya berhasil mengevakuasi korban dari kawah Merapi sedalam 200 meter. Ia bahkan sempat merekam aksi heroiknya tersebut. ”Ini saya bawakan batu dari perut Merapi buat Pak Ganjar. Saya ambil sendiri saat itu suhunya 100 derajat celcius,” tambah Bakat. Ganjar tampak tersenyum mendapatkan oleh-oleh langka dari Gunung Merapi itu. (fth/ric/ce1)