PROTES IZIN LINGKUNGAN: Puluhan pendemo yang berasal dari warga Kecamatan Tambakromo dan Kayen, Kabupaten Pati saat beraksi mengawal sidang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, kemarin. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)
PROTES IZIN LINGKUNGAN: Puluhan pendemo yang berasal dari warga Kecamatan Tambakromo dan Kayen, Kabupaten Pati saat beraksi mengawal sidang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, kemarin. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Sekitar 50 warga Kecamatan Tambakromo dan Kayen, Kabupaten Pati, mendatangi Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, kemarin. Kedatangan warga sekitar tapak pabrik semen tersebut untuk mengawal sidang gugatan dikeluarkannya izin lingkungan oleh Bupati Pati.

Puluhan pendemo yang mayoritas merupakan ibu-ibu yang kompak mengenakan jarik dan kebaya batik tersebut terus berorasi usai sidang. Selain itu, warga juga membawa spanduk berisi aspirasi penolakan pabrik semen di Pati. Bahkan ibu-ibu itu meneriakkan makian sebagai ungkapan rasa kesal kepada pihak tergugat yang dianggap tidak serius menyelesaikan persoalan ini. Dalam sidang beragendakan jawaban dari pihak tergugat yakni Bupati Pati terpaksa ditunda selama satu minggu karena pihak tergugat belum bisa memberikan jawaban.

Kuasa Hukum Bupati Pati, Siti Subiati menyebutkan bahwa pihak tergugat II yakni PT Sahabat Mulia Sakti (PT SMS) melakukan intervensi sehingga harus dilakukan penundaan. ”Sehingga kami selaku tergugat meminta penundaan sampai tanggal 26 Mei untuk menyiapkan berkas yang diperlukan,” kata Siti di hadapan majelis hakim. Majelis hakim pengganti mengabulkan permintaan tergugat dan memberikan tenggat waktu yang diinginkan, mengingat acara persidangan berupa duplik dari tergugat.

Kuasa hukum penggugat, Zainal Arifin mengatakan dirinya tetap menunggu jawaban tergugat. Ia menyatakan hasil persidangan hari ini merupakan intervensi dari pabrik semen terkait permasalahan izin lingkungan tersebut. ”Pihak tergugat melakukan intervensi berupa penundaan jawaban. Padahal sedianya hari ini dijelaskan jawaban tergugat atas pertanyaan di persidangan sebelumnya,” kata Zainal dari LBH Semarang.

Koordinator Aksi dari warga, Siwa menyesali keputusan hakim yang menunda persidangan. Pihaknya sangat kesal karena telah jauh-jauh datang dari Pati hanya untuk menghadiri persidangan ini. (bj/ric/ce1)