Solo Geser Kota Semarang

280
JUARA BARU: Perwakilan juara Popda SMP setelah menerima piala bergilir yang diserahkan Kabid Keolahragaan Dinpora Jateng Effendi Hari, kemarin. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
JUARA BARU: Perwakilan juara Popda SMP setelah menerima piala bergilir yang diserahkan Kabid Keolahragaan Dinpora Jateng Effendi Hari, kemarin. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kota Semarang gagal mempertahankan juara umum dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jateng tingkat SMP yang berakhir Kamis (21/5) kemarin. Perolehan medali emas Kota Semarang terpaut dua keping dari Surakarta.

Raihan tertinggi Kota Semarang diborong dari cabor renang yang mampu memborong 10 medali emas. Sedangkan taekwondo yang digadang-gadang menjadi tambang emas hanya mengoleksi 4 medali saja dan bertengger di peringkat dua.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) Jateng Budi Santoso menuturkan, Popda memang selalu penuh kejutan. Ini membuktikan bahwa tidak ada daerah yang mendominasi kompetisi. Surakarta yang selama ini hanya bisa pasrah di peringkat dua, kini bangkit untuk merebut gelar juara. “Setiap tahun, persaingan semakin ketat. Selisih medali yang didapat tidak lagi terpaut terlalu jauh. Artinya, perkembangan olahraga di Jateng cukup signifikan,” ucapnya.

Munculnya juara baru ini, lanjut Budi, pasti akan membakar motivasi Semarang yang posisinya telah tergeser. Menurutnya, kompetisi memang dikemas sebagai ajang evaluasi untuk mengembangkan potensi pelajar di bidang sebagai embrio atlet profeseional. “Setelah ini, atlet-atlet yang berpotensi bisa dikirim untuk mengikuti Popnas. Semoga perkembangan atlet di Jateng bisa melompatkan posisi di ranah Popnas. Dulu yang hanya bisa di posisi 4, bisa naik ke posisi 3. Syukur-syukur juara 1 atau 2,” harapnya.

Meski begitu, Dinpora Jateng juga punya evaluasi untuk berbenah diri. Pasalnya, kompetisi Popnas menandingkan 20 cabang olahraga. Sementara Popda SMP ini hanya 14 cabor saja. “Jadi masih ada enam cabor yang belum dipersiapkan. Otomatis ini mengurangi perolehan medali untuk merangkak ke posisi atas. Semoga cabor Popda tahun depan bisa mengikuti apa yang dipetandingkan di Popnas,” pungkasnya. (amh/smu)