KENDAL—Sejumlah aktivitas galian C di Kendal yang tak berizin, dihentikan secara paksa oleh Satpol PP setempat. Ada dua lokasi galian C yang bermasalah, yakni di Desa Pagergulung Kecamatan Pageruyung dan Desa Sidomukti Kecamatan Weleri.

“Satu galian C belum berizin dan satunya masa berlaku izin sudah habis tapi belum dilakukan reklamasi atau perbaikan lingkungan. Jadi kami tutup dan hentikan secara paksa,” kata Kepala Satpol PP Kabupaten Kendal, Toni Ari Wibowo, Kamis (21/5) kemarin.

Dijelaskan dia, galian C yang berada di Desa Pagergulung ditutup sementara karena belum mengantongi izin operasional. “Dari informasi, katanya sudah mengajukan izin ke Pemprov Jateng. Tapi izin operasional tersebut belum turun, jadi sudah semestinya belum boleh beroperasi. Tapi mereka nekat melakukan aktivitas galian C,” paparnya.

Lokasi galian C seluas 5 hektare ini untuk usaha penambangan pasir. Pasirnya hitam seperti pasir muntilan. Sedangkan galian C yang berlokasi di Desa Sidomukti izin operasionalnya habis pada 1 Juni 2014. Namun, pertambangan ini masih terus beroperasi. Padahal, pada lokasi pertambangan seluas 2,5 hektare ini harus dikondisikan aman bagi lingkungan.

“Di lokasi ini masih ada cekungan besar dan akan berdampak banjir di wilayah lain bila tidak direklamasi. Makanya kami hentikan agar tidak mengakibatkan bencana alam,” ungkapnya.

Kegiatan pertambangan telah usai dan pengusaha harus memperbaiki kondisi lingkungan. Sebab, di lokasi ini jelas tidak mungkin dipergunakan lagi untuk usaha pertambangan. Hal ini sesuai dengan peruntukan wilayah, lokasi ini bukan lagi pertambangan. “Dalam Perda RT RW yang baru, lokasi ini tidak diperuntukkan sebagai pertambangan,” jelasnya.

Salah seorang warga Kecamatan Weleri, Maysa Hadi menyampaikan bahwa banyak galian C yang beroperasi di Kabupaten Kendal tersebut berdampak buruk terhadap lingkungan maupun infrastruktur jalan. “Banyak jalan yang rusak karena aktivitas galian C. Alam di kabupaten ini juga akan terancam, seperti yang terjadi di Kaliwungu. Daerah aman, kini juga terkena banjir,” katanya.

Dia berharap, pemerintah setempat segera membuat regulasi baru tentang galian C. “Tidak melarang, tapi perlu ditata, diberi regulasi yang tepat. Supaya pembangunan berjalan, Kendal tetap aman,” harapnya. (bud/ida)