Jasad Ditemukan Di Comal

288
HISTERIS : Keluarga korban menangis histeris saat mengetahui jasad korban tenggelam Kamal Sadana, 13 ditemukan di Limbangan, Comal. (Hanafi/jawa pos radar semarang)
HISTERIS : Keluarga korban menangis histeris saat mengetahui jasad korban tenggelam Kamal Sadana, 13 ditemukan di Limbangan, Comal. (Hanafi/jawa pos radar semarang)

PEKALONGAN – Setelah dilakukan pencarian hampir enam hari sejak hilang pada Sabtu pagi (16/5), akhirnya jasad Kamal Sadana, 13, pelajar SMP 15 kelas 1, warga Tirto gang 18 Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, ditemukan pada Kamis siang, (21/5) di Limbangan Comal, Pemalang.

Putra pasangan Hermanto dan Robiaya tersebut langsung dievakuasi oleh tim Satpol Air dan Sabhara Polres Pekalongan, dibantu dengan tim dari Inafis dan BPBD Kota Pekalongan. Saat ada laporan dari Satpolair, bahwa ada warga yang menemukan mayat remaja di pinggir pantai Limbangan.

Dari keterangan yang dikumpulkan, selepas dhuhur warga sekitar Limbangan melihat ada sosok yang terdampar di tepi laut. Setelah didekati ternyata adalah sosok mayat remaja, akhirnya melapor ke petugas sekitar. Dan segera dilaporkan ke Satpolair Kota Pekalongan untuk ditindaklanjuti.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Lutfhie Sulistiawan, saat dikonfirmasi menegaskan pihaknya mendapat kabar adanya penemuan mayat di Comal sekitar pukul 13.00. “Dapat informasi, tim kami langsung meluncur ke lokasi yang disebutkan. Sekaligus kami bawa perwakilan keluarga korban, untuk mengenal ciri-ciri korban. Agar mudah dipastikan apakah memang Kamal atau bukan,” ucapnya saat ditemui di kamar mayat RSUD Bendan.

“Mayat tetap kami bawa kes RSUD Bendan untuk dilakukan otopsi lebih detail. Untuk benar-benar memastikan mayat adalah korban, Kamal yang kemarin hilang tertelan ombak,” ujarnya.

Jika memang terbukti benar, setelah ini kegiatan pencarian akan dihentikan, namun tetap akan ada evaluasi. Karena masih banyak permasalahan terkait bisa terjadinya kejadian tersebut.

Keluarga korban, terutama ibunya sangat shock saat datang ke kamar mayat RSUD Bendan. Dirinya masih belum bisa menerima kepergian anak tersayangnya, berkali-kali seperti saat korban pertama kali hilang, ibu korban terus pingsan.

Patut diketahui pada Sabtu (16/5) pagi, korban berniat mengisi liburan dengan bermain bola di pantai. Tiga anak masing-masing Kamal Sadana, 13, Muhammad Faris Wicaksono, 13, dan Richard Hukana,13 datang ke Pantai Pasir Sari Boom untuk bermain bola.

Setelah asyik bermain bola, mereka nekat berenang ke bibir pantai ke arah Geotube (karung pasir penahan ombak, red). Asyik bermain lompat-lompatan, ada ombak besar menghantam ketiganya. Salah seorang anak Mohammad Faris yang tidak bisa berenang terlempar dan terseret ombak lantas saudara Kamal Sadana membantu menolong. Namun nahas dirinya malah terseret ombak dan hilang sampai diketemukan Kamis siang. (han/ric)