SOSIALISASI UU : Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo, bersama Direktur Utama PLN Sofyan Bashir, Kejari Batang, menyampaikan sosialisasi UU No 2 Tahun 2012, di Kantor Balaidesa Ponowareng, Batang. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SOSIALISASI UU : Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo, bersama Direktur Utama PLN Sofyan Bashir, Kejari Batang, menyampaikan sosialisasi UU No 2 Tahun 2012, di Kantor Balaidesa Ponowareng, Batang. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG–Lantaran tak kunjung selesainya urusan pembebasan lahan di lokasi pembangunan proyek PLTU Batang, kini diterapkan Undang-Undang (UU) nomor 2/2012 tentang pengadaan tanah untuk kepentingan umum. Terutama di tiga desa yakni Desa Ponowareng, Karanggeneng dan Ujungnegoro, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang.

Hal itu sebagai tindak lanjut Surat Keputusan (SK) Bupati tertanggal 11 Mei tentang pengakhiran ijin lokasi bagi sisa tanah yang belum dibebaskan, seluas 12,5 hektare di area lokasi PLTU.

“SK Bupati Batang tertanggal 11 Mei tersebut, menjadi dasar bagi Gubernur Jawa Tengah untuk mengeluarkan surat penetapan lokasi sisa lahan PLTU Batang dengan UU 2/2012,” kata Bupati Yoyok.

Menurutnya dengan adanya surat penetapan Gubernur Jawa Tengah tersebut, dapat memaksa pemilik lahan untuk menyerahkan tanahnya kepada negara.

“Proses penetapan sisa lahan PLTU akan segera selesai dan kami akan segera menggunakan UU 2/2012. Kami berharap masyarakat pemilik tanah, dapat memahami proses ini dan tidak mudah terprovokasi atas kepentingan pihak-pihak yang ingin memecah belah masyarakat Batang,” kata Bupati Yoyok, Rabu (20/5) kemarin, di ruang kerjanya.

Bupati Yoyok juga menegaskan, bahwa keberadaan PLTU di Kabupaten Batang akan berdampak, pada percepatan pengembangan ekonomi daerah, dan akan membuka lapangan kerja baru. Serta dapat menarik investasi baru ke Kabupaten Batang.

Menurutnya, bupati telah melakukan apa yang harus dilakukan dalam mendukung rencana pembangunan mega proyek ini.
“Kita harus memahami bahwa manfaat PLTU ini sangat besar, khususnya bagi ekonomi di Kabupaten Batang dan generasi muda mendatang di Batang. Akan banyak investasi dan lapangan kerja baru yang tercipta. Kareena itu kita mesti bersyukur dan mendukungnya,” tegas Yoyok.

Sementara itu, Sekda Batang, Nasikhin, mengatakan bahwa pada 29 April 2015 lalu, Gubernur Ganjar Pranowo menyatakan akan segera mengeluarkan penetapan lokasi sisa lahan proyek PLTU Batang di Kabupaten Batang.

Menurutnya penegasan penetapan lokasi, sisa lahan proyek PLTU Batang tersebut disampaikan Gubernur, pada saat memberikan pemaparan mengenai perkembangan proyek PLTU Batang, kepada Presiden Jokowi, di ruang VVIP Bandara Ahmad Yani, Semarang.

“Pada 29 April lalu, Gubernur Ganjar menyatakan akan segera mengeluarkan penetapan lokasi sisa lahan, proyek PLTU Batang di Kabupaten Batang. Di hadapan Presiden Jokowi, didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo, Direktur Utama PLN Sofyan Bashir, dan Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo,” kata Nasikhin. (thd/ida)