KRAPYAK – Dua pelaku pembunuhan terhadap nenek bernama Ratnawati Sarwodadi, 86, warga Jalan Kentangan, Kelurahan Jagalan, Kota Semarang, divonis berbeda. Terdakwa Suheri alias Gongtol, 38, divonis 12 tahun penjara, sementara Kim Hay alias Pendek alias Teguh Prasojo divonis 3 tahun penjara, karena turut membantu aksi Suheri.

Dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Semarang kemarin, Ketua Majelis Hakim, Dimyati menyatakan, Pendek terbukti bersalah melanggar pasal 339 KUHP juncto pasal 56 KUHP tentang Pembunuhan yang Diikuti, Disertai, atau Didahului oleh Kejahatan.
”Terdakwa Teguh Prasojo telah terbukti bersalah secara sengaja memberi kesempatan pencurian didahului dengan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal. Menjatuhkan pidana selama tiga tahun,” kata hakim Dimyati dalam amar putusannya, Rabu (20/5).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang Evi Yulianti menyebutkan, dalam amar putusannya, hakim menyatakan, terdakwa terbukti turut membantu dalam aksi perampokan yang dilakukan rekannya, Suheri pada Sabtu, 27 Desember 2014 sekitar pukul 03.30 di rumah korban di Kentangan. ”Suheri sempat diberi pil koplo oleh tedakwa sebagai sarana pembantu kejahatan. Selanjutnya, Suheri langsung memanjat dinding dan masuk lewat atap rumah korban. Pendek sendiri berjaga-jaga di luar rumah korban,” kata Evi usai sidang.

Korban yang nonton televisi, lanjut JPU, sempat melihat Suheri. Bahkan sempat terjadi pergulatan yang membuat korban terjatuh, saksi Suheri lalu mengambil garpu dan menusuk korban sebanyak dua kali. ”Begitu mengetahui nenek Ratnawati tak berdaya, saksi masuk ke kamar korban dan menemukan uang Rp 39 juta. Hasil rampokan itu dibagi dua. Terdapat fakta kekerasan, di mana korban juga sempat dicekik lehernya oleh saksi. Nenek itu akhirnya tewas dan baru diketahui keluarga dan tetangganya pada pukul 06.00,” jelasnya.

JPU, Yustiawati yang menangani perkara Suheri menyebutkan, majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan pembunuhan dan divonis selama 12 tahun penjara.
”Terdakwa (Pendek) ini adalah otak pelaku sebenarnya, dia yang mengajak Suheri untuk melakukan perampokan. Semestinya, terdakwa divonis paling tidak sama seperti Suheri,” ungkapnya. (bj/zal/ce1)