SALATIGA – HMI Cabang Salatiga memilai Pemkot Salatiga saat ini belum maksimal kinerjanya. Salah satu indikasinya, masih banyak permasalahan dan program kerja yang masih juga terselesaikan dan terlaksanakan. Organisasi mahasiswa ini mengeluarkan pernyataan sikap dan tidak menurunkan massa dalam memperinati Hari Kebangkitan Nasional ini.

Ketua umum HMI Cabang Salatiga, Muhammad Eko Prasetyo mengatakan, seharusnya pemerintahan saat ini bisa maksimal. Semua permasalahan yang ada harus segera diselesaikan dan dengan dialog mesti bisa. Tapi dalam kenyataanya masih banyak persoalan yang tidak kunjung selesai. Kinerja Pemkot selama ini masih belum maksimal,” kata Eko Prasetyo saat menyerahkan pernyataan sikap organisasi kepada wali kota Yuliyanto, kemarin.

Ia menambahkan, dalam pernyataan sikapnya, HMI menilai Kota Salatiga sebagai Indonesia Mini seharusnya bisa tampil menjadi pilot project pemerintahan yang baik dan bersih. Terdapat lima pernyataan sikap para mahasiswa yang ditujukan kepada Wali kota Yuliyanto dan Wakil Wali Kota Muh Haris. “Pemkot harus lebih bekerja keras dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Mulai dari lebih cermatnya pengeluaran ijin pendirian minimarket yang dirasa sangat mengganggu usaha kecil dan menengah,” imbuhnya.

Desakan lainnya adalah Pemkot yang diharapkan bisa bersikap tegas mengurangi penyakit masyarakat. Diantaranya dengan adanya Perda Miras dan pembatasan pemberian ijin pendirian bisnis hiburan karaoke di Salatiga.

Selain itu, HMI juga menyoroti alotnya pembangunan pasar Rejosari, gagalnya renovasi pasar Jetis serta mangkraknya pasar raya. “Pemkot harusnya lebih bijaksana dalam mengelola investasi jangka panjang dengan melibatkan masyarakat. Kami yakin jika dibicarakan pasti ada win win solution,” tambahnya.(sas/fth)