Diduga Ada Kecurangan Droping LPG 3 Kg

254
(JAWA POS/RADAR SEMARANG)
(JAWA POS/RADAR SEMARANG)

BALAI KOTA- Kelangkaan gas LPG 3 kg di Kelurahan Bandarharjo, Semarang Utara, satu bulan terakhir ini, membuat masyarakat setempat kesulitan menjalankan aktivitas memasak. Kelangkaan juga membuat harga menjadi naik. Atas dasar keluhan warga yang masuk ke DPRD Kota Semarang, Rabu (20/5), Komisi B mengundang sejumlah pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Sejumlah pihak terkait yang hadir diantaranya Pertamina, pemilik agen dan pangkalan dan Pemkot Semarang. Salah satu pemilik pangkalan LPG, Suparman mengatakan, sekitar satu bulan terakhir ini pasokan 3 LPG Kg mulai berkurang. Dirinya yang memiliki 20 tabung LPG, dalam kondisi normal seminggu dipasok dua kali.”Namun sejak sebulan ini hanya satu kali dalam seminggu dapat pasokan. Akhirnya LPG jadi langka dan harganya naik. Harga normal Rp 17 ribu, sekarang jadi Rp. 19 ribu. Dan itupun jauh dapatnya,” ujarnya disela-sela rapat di ruang komisi.

Hal yang sama juga disampaikan Sukirin, warga RT 9 RW 6 Bandarharjo. Menurutnya, sejak awal April sudah terjadi kelangkaan gas LPG 3 kg sehingga harus membeli di tempat lain yang harganya lebih mahal. Dia berharap kelangkaan ini segera bisa diatasi mengingat gas LPG dibutuhkan untuk keperluan sehari-hari.”Biasanya beli di warung dekat rumah. Sekarang harus ke SPBU, jauh dari rumah dan mahal. Kalau tidak dibeli terus memasaknya pakai apa,” katanya.

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Mualim mengatakan, setelah mendapat aduan dari masyarakat, pihaknya memanggil PT Pertamina, agen dan pangkalan LPG serta warga di Kelurahan Bandarharjo.”Kami undang semua biar clear masalahnya. Dari dengar pendapat, kami dapat penjelasan ternyata tidak ada pengurangan jumlah pasokan LPG 3 kg dari Pertamina ke agen maupun ke pangkalan. Persoalan justru terjadi karena ada kesengajaan jumlah pasokan pada agen dan pangkalan yang dinilai tidak merata,” kata politisi Partai Gerindra ini.

Menanggapi hal tersebut, Eksternal Relation Pertamina Region Jawa Tengah dan DIY Robert MV Dumatubun mengatakan, berkurangnya jumlah pasokan LPG bersubsidi di wilayah Bandarharjo ini dikarenakan adanya kecurangan terkait jatah droping LPG 3 kg yang dilakukan PT Sapto Putra Utama kepada pangkalan atas nama Warto dan Suprayitno, dikarenakan pangkalan tersebut berani menjual diatas Harga Eceran Tertinggi (HET).”Kami terima ada pengaduan dari pangkalan LPG di BandarHarjo Semarang Utara. Pertamina tidak main-main dan tegas dalam memberikan pembinaan dalam rangka pendistribusian LPG . Pengaduan seperti ini justru membantu kami dalam evaluasi performa agen,” tegasnya.

Terkait kenaikan harga gas LPG 3 kg, Robert menjelaskan sesuai SK Gubernur Jawa Tengah bahwa seluruh pangkalan wajib menjual LPG 3 kg sebesar Rp 15.500. Tingginya harga jual saat ini, kata dia, disebabkan oleh banyaknya bermunculan pengecer LPG 3 kg. Pemerintah Kota Semarang telah menetapkan HET di pengecer sebesar Rp 17.000.”Saat kondisi permintaan LPG 3 kg meningkat, pengecer ambil kesempatan dengan menaikkan harga jual di atas HET. Kami pandang perlu keterlibatan banyak pihak yang meliputi Pemprov, Pemkot, Hiswana, dan Kepolisian dalam pengawasan pendistribusian LPG 3 kg,” katanya. (zal)