Terminal Bayangan Semakin Parah

468
NGETEM DI LUAR TERMINAL: Sejumlah mini bus mangkal di depan Taman Margasatwa Mangkang menunggu penumpang. (DOK/ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
NGETEM DI LUAR TERMINAL: Sejumlah mini bus mangkal di depan Taman Margasatwa Mangkang menunggu penumpang. (DOK/ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MANGKANG – Tidak optimalnya Terminal Mangkang menyebabkan banyak bermunculan terminal bayangan. Salah satunya di depan Taman Margasatwa Mangkang. Puluhan mini bus berhenti persis di depan Terminal Mangkang tersebut. Mereka terkoordinasi untuk mengantre penumpang yang turun dari angkutan lain dengan durasi waktu 10 menit.

”Soalnya di dalam Terminal Mangkang sepi. Rata-rata penumpang tidak mau masuk dan lebih memilih turun di depan terminal. Daripada di dalam sepi, lebih baik kami menunggu di luar terminal,” ujar sopir mini bus, Tarmuji kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (19/5) kemarin.

Salah satu penumpang, Sulasmi, 26, mengaku lebih memilih turun di luar Terminal Mangkang. Menurutnya, lebih efisien dan lebih cepat dapat angkutan yang dituju.

”Kalau nunggu angkutan dalam terminal lama. Mending turun di pinggir jalan, bus sudah siap dan langsung berangkat,” kata penumpang asal Kaliwungu Kendal tersebut.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Terminal Mangkang, Joko Umboro Jati, mengatakan, munculnya terminal bayangan merupakan akibat dari belum efektifnya Terminal Mangkang. Pihaknya mengakui masih banyak kekurangan yang harus dibenahi pada terminal tersebut.

”Memang Terminal Mangkang masih banyak kekurangan, sehingga awak bus memilih menunggu penumpang di luar terminal. Begitu pula para penumpang, mereka banyak yang memilih turun di terminal bayangan,” ujarnya.

Ia mengaku, telah melakukan sosialisasi dan memberikan pemahaman kepada awak bus agar tidak melakukan aktivitas menaikkan dan menurunkan penumpang di pinggir jalan. Selain melanggar peraturan lalu lintas, hal tersebut menyebabkan arus lalu lintas macet dan membahayakan penumpang.

”Kami akan terus melakukan koordinasi dengan pihak lain, termasuk kepolisian. Diharapkan dengan sosialisasi terus-menerus dan upaya pengembangan Terminal Mangkang, terminal bayangan dapat dihilangkan,” terangnya.

Kanit Lantas Polsek Ngaliyan, Iptu Wahono, mengakui, telah berulangkali melakukan penertiban terhadap mini bus yang berhenti di pinggir jalan depan Terminal Mangkang. Namun masih banyak sopir bus yang bandel dan nekat berhenti di tempat tersebut.

”Mulai sosialisasi humanis hingga tindakan represif berupa penilangan sudah kami lakukan. Para sopir masih saja bandel, nekat memarkir armadanya di pinggir jalan,” katanya. (mha/aro/ce1)