Mundjirin Daftar Lewat DPP PKB

209

UNGARAN- Bupati Semarang dr Mundjirin, akhirnya mendaftar sebagai bakal calon (Balon) Bupati di DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Rencananya Mundjirin yang berasal dari kader PDI Perjuangan itu akan menjalani fit and propertes di DPP PKB, Rabu (19/5) hari ini. Informasi tersebut dirilis Desk Pilkada PKB Kabupaten Semarang, Selasa (19/5) kemarin, di Ungaran.

Ketua Desk Pilkada Kabupaten Semarang, Badarudin mengatakan, permintaan DPC PKB Kabupaten Semarang untuk membuka pendaftaran balon Bupati, direspon DPP. Bahkan Selasa (19/5) kemarin DPP menginformasikan kepada DPC PKB telah membuka pendaftaran balon bupati dan wakil. Salah seorang balon yang akan mendaftar adalah dr. Mundjirin, ES, SPOG yang saat ini masih menjabat Bupati Semarang.

“Yang sudah konfirmasi ke DPP pak mundjirin, oleh DPP akan ditindaklanjuti dengan dilaksanakan fit and propertes, Rabu (20/8) besok,” tutur Badarudin, Selasa (19/5) kemarin.

Badarudin menambahkan, pendaftaran itu tidak hanya memberikan kesempatan pada Mundjirin saja. Namun Desk Pilkada juga mempersilahkan siapapun tokoh yang akan mendaftar. Selama DPP masih membuka pendaftaran siapapun yang ingin mendaftar di PKB akan diterima. Apakah diterima dan direkomendasi, menurut Badarudin semua itu tergantung dari penilaian DPP.

“Kalau ada tokoh yang merasa dirinya layak untuk mengabdi kepada Kabupaten Semarang yang bisa membawa perubahan lebih baik, ya, silakan saja. PKB punya masukan dari internal, Kyai, Nahdliyin, tokoh masyarakat dan survey, dari masukan tersebut akan diolah mana calon yang lebih pantas,” imbuhnya.

PKB tidak bisa mengusung sendiri, kenapa membuka pendaftaran untuk balon Bupati?
“Ya PKB tetap harus berkoalisi, komunikasi antar partai tetap kita bangun. PKB akan koalisi dengan partai yang punya kesamaan tujuan yang bersama-sama mencalonkan balon bupati dan wakil. Kami juga tidak mau berandai-andai jika nanti tidak ada partai yang mau berkoalisi, sebab saat ini masih dibangun koalisinya,” kata Badarudin.

Ditambahkan Sekjen DPC PKB Kabupaten Semarang, Asof, kader PKB dan seluruh komponen yang terkait dengan PKB tetap solid dan kompak untuk mengamankan hasil rekomendasi dari DPP. Ketika nanti sudah selesai fit and propertes dan DPP menerima berarti balon tersebut dinilai layak. Selanjutnya kader PKB siap mengamankan untuk pemenangan dalam Pilkada.

“Kita sudah dapat kabar dari DPP bahwa Pak Mundjirin mendaftar dan sudah disikapi oleh DPP. Harapan kami apapun yang jadi keputusan DPP seluruh komponen PKB, tidak boleh terpecah belah tetap satu langkah satu barisan. Persoalan beda pendapatan itu sekarang, perbedaaan itu akan jadi rohmat jika nanti rekomendasi sudah turun,” pungkas Asof.

Sementara itu Mundjirin mengaku belum mendaftar ke PKB. Sampai saat ini pihaknya juga masih menunggu keluarnya rekomendasi dari PDI Perjuangan.

“Saya belum mendaftar. Saya titipkan ke Pak Nawir untuk dibawa ke pusat (DPP PKB-red), tetapi belum diterima. Apakah masih bisa?, itu kan sudah ditutup,” kata Mundjirin saat dihubungi via telepon.
Pihaknya justru melontarkan wacana adanya koalisi antara PDIP dengan PKB. Namun ada kemungkinan menurut Mundjirin PDIP tidak merespon.

“Saya sudah tiga kali berusaha berbicara dengan PDIP soal koalisi tapi belum ada respon,” kata dia.
Terkait persaingan untuk mendapatkan titah dari Megawati, antar dirinya dengan calon lain seperti Bambang Kusriyanto yang masih menjabat Ketua DPRD. Mundjirin merendah dengan mengatakan, menyadari bila akhirnya Bambang Kusriyanto atau yang akrab disaba Bambang Krebo yang kemungkinan mendapatkannya. Mundjirin berharap siapapun nantinya terpilih dapat mengemban amanat yang disampaikan Sekjen PDIP saat Kongres di Bali belum lama ini.

“Saya menyadari jika rekom akhirnya jatuh ke Bambang Kribo, karena beliau itukan dari struktur partai. Apalagi saat ini menjabat Sekretaris DPD PDIP Jateng,” kata Mundjirin. (tyo/zal)