Kenaikan TDL Beratkan Industri Hiburan

191
KELIMPUNGAN: Membutuhkan konsumsi listrik yang cukup tinggi, industri hiburan seperti klub malam cukup kerepotan ketika TDL untuk industri naik. (ADENNYAR W/RADAR SEMARANG)
KELIMPUNGAN: Membutuhkan konsumsi listrik yang cukup tinggi, industri hiburan seperti klub malam cukup kerepotan ketika TDL untuk industri naik. (ADENNYAR W/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Naiknya tarif dasar listrik (TDL) untuk industri ternyata cukup memberatkan industri hiburan dan perhotelan. Saat ini, industri hiburan dan perhotelan yang membutuhkan konsumsi listrik yang cukup besar dalam menjalankan usahanya, melakukan penghematan listrik agar ongkos produksi tidak semakin membengkak.

Marketing Communication Varuna Entertaiment, Anggita Setya Dara, mengaku saat ini naiknya TDL listrik untuk hiburan tersebut dirasa sangat memberatkan. “Konsumsi listrik hampir 24 jam nonstop. Apalagi untuk karaoke dan club yang menggunakan lampu berdaya tinggi, jelas membuat ongkos produksi juga tinggi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Meski begitu, pelaku hiburan dan industri perhotelan belum berencana menaikkan biaya tambahan untuk servis. Varuna entertaiment lebih memilih melakukan penghematan atau efisiensi misalnya dengan mematikan lampu, pendingin ruangan dan alat elektronik yang tidak terpakai. “Tapi kalau nanti dirasa memberatkan, menaikkan harga adalah plihan terakhir yang kami ambil,” ujarnya.

Hal senda diungkapkan Sales Executive and Promotion @Hom Hotel Semarang, Christanti Putri. Saat ini pihaknya melakukan efeisiensi agar tidak memberatkan ongkos produksi yang kian naik. “Memang cukup memberatkan. Saat ini hotel memberlakukan aturan penghematan listrik dengan mematikan ruangan atau lampu yang tidak dimatikan,” bebernya.

Pihak perusahaan juga merasa belum berencana menaikkan tarif kamar atau layanan hotel lain. “Untuk menaikkan harga harus banyak hal yang dipertimbangkan,” pungkasnya. (den/smu)