Hendrar Prihadi. (DOK/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Hendrar Prihadi. (DOK/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Hendrar Prihadi. (DOK/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Nurdin Abdullah. (ISTIMEWA)
Nurdin Abdullah. (ISTIMEWA)

SEMARANG – Nama Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, masuk dalam bursa Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017 mendatang. Nama Hendi –sapaan akrab wali kota— dipasangkan dengan Bupati Bantaeng Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah. Pasangan ini masuk peringkat keempat dengan perolehan polling 7 persen.

Hasil polling tersebut ramai dibahas dalam diskusi online Hot Thread bertajuk ”Prediksi Perang Bintang Pilgub DKI Jakarta 2017”. Netizen pada sebuah forum komunitas maya terkemuka Kaskus, sibuk mendikusikan nama-nama yang diprediksi bakal maju dalam bursa kursi DKI 1 dan 2 pada Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang.

Sebelumnya, CSIS lewat surveinya, menempatkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada peringkat pertama. Muncul juga pada sebuah poster digital berisi propaganda ”Ridwan Kamil DKI-1 2017” yang juga telah ramai tersebar di berbagai media sosial.

Nama Hendrar Prihadi tak ketinggalan. Hendi ikut diadu dalam polling Kaskus yang dipasangkan dengan Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah. Nama Hendi disebut-sebut memiliki banyak kesamaan dengan bupati lulusan perguruan tinggi di Jepang tersebut dalam hal percepatan pertumbuhan dan penataan kota.

Hendi juga dianggap memiliki kesamaan dengan Nurdin dalam merombak birokrasi, mulai dari perizinan cepat serta negosiator andal dalam hubungan dengan investor. Sedangkan kelemahan Nurdin dalam hal politik juga akan ditutupi Hendrar yang dikenal dekat dengan tokoh-tokoh nasional.

Polling yang telah dibaca puluhan ribu netizen serta menjadi headline di forum itu sampai saat ini menempatkan pasangan Hendi-Nurdin di peringkat keempat dengan perolehan polling 7 persen. Sedangkan Basuki Tjahaja Purnama berpasangan dengan Bupati Banyuwangi, Azwar Anas, unggul jauh dengan perolehan polling 61 persen. Hasil ini tidak jauh berbeda dengan rilis survei CSIS yang juga menempatkan pasangan Ahok-Azwar di peringkat pertama.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik Universitas Diponegoro (Undip), Teguh Yuwono mengatakan, masuknya nama Hendrar Prihadi dalam Quick Poll DKI Jakarta 2017 hendaknya disambut baik dan positif. Menurutnya, sangat wajar jika nama pemimpin daerah yang sukses masuk dalam wacana cagub dan cawagub DKI Jakarta.

”Pada intinya ini memberikan peluang dihasilkannya pemimpin yang terbaik dan mereka yang baik-baik. Meski Semarang dan Jakarta memiliki kompleksitas yang berbeda, namun publik melihat Hendi memiliki kapasitas untuk itu,” katanya. (mha/aro/ce1)