DUTA SENI: Bupat Kendal Widya Kandi Susanti berfoto bersama di Anjungan Jateng TMII Jakarta, Minggu (17/5) lalu. (HUMAS PEMKAB KENDAL FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
DUTA SENI: Bupat Kendal Widya Kandi Susanti berfoto bersama di Anjungan Jateng TMII Jakarta, Minggu (17/5) lalu. (HUMAS PEMKAB KENDAL FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
DUTA SENI: Bupat Kendal Widya Kandi Susanti berfoto bersama di Anjungan Jateng TMII Jakarta, Minggu (17/5) lalu. (HUMAS PEMKAB KENDAL FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Duta Seni Kabupaten Kendal, Minggu (17/5), berkesempatan mementaskan tari drama di Anjungan Jateng Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Kesempatan tersebut dimanfaatkan Bupati Kendal Widya Kandi Susanti untuk mempromosikan Kendal dan mengajak para investor untuk berinvestasi di Kendal.

Pementasan mengusung tema ’Kendal Mukti’ diakui Widya sudah disiapkan jauh-jauh hari. Tema tersebut, menurutnya, dipilih lantaran sejalan dengan niatnya untuk berjuang memakmurkan Kendal. Menuju Kendal lebih baik di antaranya dengan pembangunan Pelabuhan Kendal dan Kawasan Industri Kendal (KIK) yang digadang-gadang.

”Pementasan tari ini, menurut saya bukan hanya persoalan melestarikan budaya daerah, tapi lebih dari itu di TMII ini saya ingin mempromosikan Kendal di tingkat nasional, dan juga internasional,” ujar Widya kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Widya menjelaskan, pertunjukan yang ditampilkan berkisah tentang sejarah sosok ’Kiai Gusti.’ Yakni, seorang tokoh yang memprakarasi terbentuknya daerah Kecamatan Sukorejo yang dulunya bernama Tlangu berada di lereng Gunung Perahu.

Di daerah tersebut, kata dia, ada dua sosok hebat, yakni senopati muda Panembahan Agus Sekti dan Raden Mas Rustam Suryadiningrat. Panembahan Agus Sekti dikenal masyarakat dengan nama Kiai Gusti, dan dari sosok Kiai Gusti inilah lahir daerah Sukorejo.

”Kiai Gusti adalah pengikut, dan salah satu orang kepercayaan Pangeran Diponegoro kala itu. Pangeran Diponegoro kala itu melarikan diri karena sedang dalam pengejaran Belanda. Di tlatah Tangu atau kini Sukorejo, Pangeran Diponegoro dibawa oleh Kiai Gusti,” paparnya.

Harapan pemberian nama itu, Tlangu yang merupakan daerah bekas lokasi pertempuran dengan antek kompeni Belanda dan Soma Kancil beserta pasukannya, kelak menjadi daerah yang makmur, gemah ripah loh jinawi. ”Kemudian dinamakan daerah Sukorejo,” jelas Widya.

Widya menambahkan, pertunjukan kesenian yang dikemas dalam tari drama legenda, menurutnya, merupakan lanjutan dari tema tahun lalu. Yakni, Kendal Dedari atau Kendal Moncer. ”Bagi saya tema adalah doa dan juga harapan, makanya saya ingin masyarakat Kendal akan lebih maju, sejahtera, dan makmur serta kondusif,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Widya juga memaparkan berbagai program pembangunan yang sudah terlaksana dan juga program pembangunan yang saat ini sedang berjalan. Di antaranya pembangunan infrastruktur pelabuhan dan pembangunan Kawasan Industri Kendal (KIK).

Hal tersebut bukan semata-mata hanya kemajuan industrialisasi, serta kemajuan fisik, namun yang terpenting adalah meningkatkan kemakmuran masyarakat, sehingga ke depan Kendal lebih maju.

Sekda Kabupaten Kendal Bambang Dwiyono menambahkan, adapun maksud dan tujuan pementasan duta seni, audiensi dengan paguyuban kerabat Kendal di Jakarta serta pameran produk unggulan Kendal adalah guna mempererat hubungan Pemkab Kendal dengan masyarakat Kendal di Jakarta. ”Juga menumbuhkembangkan khasanah kesenian dan kebudayaan di Kendal pada level nasional, serta menarik simpati para wisatawan, pemerhati kesenian, para calon investor dan segenap komponen masyarakat untuk berkunjung maupun berinvestasi di Kendal,” kata Bambang.

Didik Agus Budiarto, penasihat dan sekretaris Paguyuban Masyarakat Kendal di Jakarta (PAKKEN) memberi apresiasi atas diselenggarakannya kegiatan pentas seni serta dialog dengan warga Kendal di Jakarta tersebut.

Pihaknya sangat men-support pembangunan infrastruktur yang saat ini sedang berlangsung di Kendal. Di antaranya KIK dan Pelabuhan Tanjung Kendal, serta pengembangan di sektor pariwisata. ”Tentunya hal ini akan menambah daya tarik khalayak masyarakat luas untuk berkunjung di Kabupaten Kendal,” ucapnya. (humas pemkab kendal/bud/aro/ce1)