Turnamen Mini Tunggu Lampu Hijau Polda

194
Yoyok Sukawi. (DOK/RASE)
Yoyok Sukawi. (DOK/RASE)
Yoyok Sukawi. (DOK/RASE)

SEMARANG – Rencana gelaran mini turnamen tim-tim Divisi Utama asal Jateng masih harus tertunda kepastiannya. Tim-tim peserta masih menunggu lampu hijau dari pihak Kepolisian dalam hal ini Polda Jateng.

“Kami baru bisa bertemu dengan Pak Kapolda Selasa (19/5) pagi (hari ini, Red) jadi belum ada kepastian soal perizinan. Tapi kami juga tidak memaksakan diri, prinsipnya kami akan beraudiensi dengan pak Kapolda soal kondisi sepak bola di Indonesia,” terang CEO Mahesa Jenar Semarang, AS Sukawijaya.

Atas hal tersebut, kemungkinan besar turnamen yang akan mulai digulirkan pada Jumat (22/5) mendatang akan mengalami perubahan jadwal. Itupun kata pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi itu juga masih menunggu restu dari pihak Kepolisian. “Kalau memang dari Polda mengizinkan untuk digelarnya turnamen ya kami akan langsung go on kembali mengumpulkan tim-tim peserta, untuk membicarakan persoalan lebih lanjut, termasuk teknis pelaksanaan,” lanjut Yoyok.

Mini turnamen tim-tim Divisi Utama Jateng tersebut rencananya akan diputar selama sebulan lebih. Dan dari pertemuan pertama lalu, lima tim yaitu PSIS, Persijap, Persis, Persip dan PSCS Cilacap menyatakan kesediannya untuk tampil di ajang tersebut.
Sedangkan enam tim Divisi Utama asal Jateng lainnya yaitu Persibas, Persibangga, Persibat, PSIR, PPSM dan Persipur masih akan menunggu perkembangan lebih lanjut termasuk soal restu dari pihak Kepolisian itu.

Sementara masih terkait dengan program mengisi kekosongan kompetisi, Manajer tim PSIS, Adi Saputro mengatakan jika memang pagelaran turnamen gagal terwujud, PSIS akan menyiapkan beberapa rencana cadangan lainnya.

Salah satunya kata Adi, tim Berjuluk Mahesa Jenar itu akan menyusun program rencana uji coba, entah itu dengan tim-tim selevel maupun kembali mendatangkan tim sekaliber Indonesia Super League (ISL) seperti yang pernah mereka lakukan beberapa waktu lalu. “Kalau uji coba mungkin perizinannya akan lebih mudah. Dan prinsipnya eksistensi tim itu kan kami tujukan juga buat pemain serta official tim karena dengan mengikuti turnamen atau uji coba mereka akan mendapat pemasukan finansial. Ya mudah-mudahan ada progress baik dalam waktu dekat ini,” beber Adi. (bas/smu)