Sidak Ujian SD, Bupati Ngamuk

390
TAK HABIS PIKIR: Bupati Pekalongan, Amat Antono tak habis pikir ketika menyaksikan ruang kelas yang kotor dan tidak teratur. (Faiz Urhanul Hilal/Jawa Pos Radar Semarang)
TAK HABIS PIKIR: Bupati Pekalongan, Amat Antono tak habis pikir ketika menyaksikan ruang kelas yang kotor dan tidak teratur. (Faiz Urhanul Hilal/Jawa Pos Radar Semarang)
TAK HABIS PIKIR: Bupati Pekalongan, Amat Antono tak habis pikir ketika menyaksikan ruang kelas yang kotor dan tidak teratur. (Faiz Urhanul Hilal/Jawa Pos Radar Semarang)

KAJEN-Kondisi memprihatinkan terjadi ketika hari pertama pelaksanaan Ujian Sekolah (US) tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Pekalongan, Senin pagi (18/5) kemarin. Bahkan Bupati Pekalongan, Amat Antono yang meninjau beberapa US SD, akhirnya mengamuk. Pasalnya, kepala sekolah dan pengawas sebelum pelaksanaan ujian tidak ada. Kondisi itu diperburuk dengan kondisi ruang ujian yang kotor.

“Ada satu SD di Kajen, kepala sekolahnya tidak ada di tempat. Padahal ujian akan dilaksanakan. Saya langsung menugaskan kepala Dinas Pendidikan untuk mengevaluasi kinerja kepala sekolah tersebut sesegera mungkin,” tegas Bupati Antono.

Bukan hanya itu, Bupati Antono juga memergoki pengawas US yang sebagian besar belum hadir. Padahal waktu telah menunjukkan hampir pukul 07.00 pagi. “Sangat menyedihkan. Ketika anak didik sudah siap mengikuti ujian, tapi pihak sekolah sendiri belum siap. Itu patut menjadi perhatian,” timpalnya.

Antono tak habis pikir adalah kondisi meja yang penuh coretan, sudut-sudut kelas kotor, tumpukan kertas usang yang tidak terpakai di dalam ruang kelas bahkan ada spanduk iklan sebuah toko pakaian terpasang di dinding kelas. “Bagaimana siswa bisa belajar maksimal dan melaksanakan ujian dengan nyaman, kondisinya saja seperi ini,” tandasnya prihatin.

Dia juga mempertanyakan kinerja guru. Menurutnya, tugas guru tidak hanya mengajar menyampaikan mata pelajaran, tapi juga mengajarkan kebersihan. “Saya merasa prihatin. Ketika kami sedang bekerja keras meningkatkan kualitas pendidikan, tapi ada kepala sekolah yang masih leha-leha,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Sri Sugiarti mengatakan bahwa US SD/MI, SDLB meliputi tiga mata pelajaran. Yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA, mulai Senin-Rabu (18-20/5). “Ujian susulan diselenggarakan 28 hingga 30 Mei 2015. Pengumuman kelulusan pada 26 Juni 2015,” imbuhnya.

Sedangkan Paket A/Ula, ujian utama dilaksanakan 18-20 Mei dengan lima mata pelajaran. Yakni Bahasa Indonesai, PKN, Matematika, IPS dan IPA. Susulan dilaksanakan 27 sampai 29 Juli 2015.

Titik menambahkan, jumlah keseluruhan peserta Ujian Nasional SD adalah 16.028 siswa. Mereka terdiri atas 12.018 siswa SD Negeri dan 3.810 siswa sekolah swasta. “Jumlah satuan pendidikannya ada 650 sekolah, meliputi 516 sekolah negeri dan 134 sekolah swasta,” jelasnya. (hil/ida)