BALAI KOTA – Para bakal calon wali kota dan wakil wali kota yang mendaftar di partai politik (parpol) maupun koalisi parpol harap-harap cemas. Mereka masih menanti turunnya rekomendasi. Baik PDIP, Koalisi Tugu Muda (KTM), ‎maupun Koalisi Partai Gerindra-PAN masih menggodok nama-nama yang mendaftar sebagai bakal calon wali kota maupun wakil wali kota.

Belum ada satu parpol pun yang mengeluarkan rekomendasi. Meski begitu sejumlah figur bakal calon optimistis bakal mendapat rekomendasi dari partai pengusung. Sebut saja Hendrar Prihadi dan Soemarmo HS yang mendaftarkan diri sebagai calon wali kota. Sedangkan figur wakil wali kota yang juga gencar menggelar sosialisasi dan pencitraan, yakni Hevearita atau yang akrab dipanggil Mbak Ita, Kadarlusman, Dewi Susilo, Widhi Handoko dan Claudyna yang mendaftar lewat PDIP.

Ketua DPC PDIP Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, sejauh ini proses seleksi sudah di tingkat DPD Jateng. Beberapa waktu lalu para bakal calon juga telah menjalani tes wawancara di Panti Marhen.

Hendi, sapaan akrabnya juga belum bisa memastikan rekomendasi calon yang akan diusung parpol berlambang banteng moncong putih tersebut. ”Konon katanya sekitar bulan Juni nanti (rekomendasi turun). Kita tunggu saja, mudah-mudahan (rekomendasi) terbaik untuk kita semua,” ujarnya singkat.

Hal senada dikatakan Ketua Koalisi KTM (PKS, Golkar dan Demokrat), Agung Budi Margono. ‎Tahapan penjaringan sudah selesai, sekarang saatnya sosialisasi bakal calon dan akan dievaluasi oleh struktur Partai Koalisi Tingkat Provinsi/Pusat. ”Kita tunggu saja, kita akan usung kandidat yang terbaik untuk Kota Semarang dan masyarakat,” ujarnya.

Sedangkan Koalisi Gerindra-PAN, hingga batas akhir pendaftaran ada 9 yang mengembalikan formulir pendaftaran. Jumlah ini berkurang 7 orang dari yang mengambil formulir. ”Yang mendaftar ada 16 orang, 3 sebagai calon wali kota, sisanya sebagai wakil wali kota,” ujar sekretaris tim penjaringan bakal calon wali kota-wakil wali kota Koalisi Gerindra-PAN, Syaekul.

Setelah penutupun masa pengembalian formulir, kata dia, agenda tim koalisi adalah melakukan tahapan-tahapan selanjutnya. Yakni, verifikasi administrasi, sosialisasi, konvensi atau uji kompetensi, serta survei elektabilitas bakal calon wali kota dan wakil wali kota. Verifikasi administrasi telah dilakukan pada Kamis (14/5) lalu.

Pengarah Koalisi Gerindra-PAN, Wachid Nurmiyanto, mengatakan, setelah penutupan pendaftaran dan penjaringan, pihaknya akan melakukan verifikasi terhadap daftar balon wali kota maupun wakil wali kota yang masuk. Setelah itu, para balon diberikan kesempatan untuk sosialisasi ke masyarakat.

”Para kandidat ini nanti juga akan menjalani uji kompetensi, panelisnya dari akademisi dan tokoh-tokoh Kota Semarang. Kami juga akan menggelar survei elektabilitas semua kandidat. Setelah itu, baru evaluasi tahap akhir sebelum sejumlah nama pasangan calon yang terjaring diberikan ke tingkat pengurus partai yang lebih tinggi,” jelas Wachid.

Menurut Ketua DPC PAN Kota Semarang ini, pengajuan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota ke tingkat pengurus Jateng bisa lebih dari dua pasangan. ”Misalnya calon wali kotanya dua nama dan wakilnya tiga atau empat nama yang diajukan,” kata Wachid. (zal/aro/ce1)