Robot UKSW Sisihkan 61 Pesaing

170
HEBAT : Tim UKSW beserta dengan robotnya yang mengalahkan 61 pesaing Kontes Robot Indonesia (KRI) 2015. (DINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HEBAT : Tim UKSW beserta dengan robotnya yang mengalahkan 61 pesaing Kontes Robot Indonesia (KRI) 2015. (DINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SALATIGA – UKSW kembali menyabet prestasi dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) 2015 Regional III, wilayah Jawa Tengah dan DI Jogjakarta yang berlangsung di GOR Universitas Semarang (14-16/5). KRI tahun ini diikuti 61 tim dari 21 perguruan tinggi negeri dan swasta di wilayah Jawa Tengah dan DI Jogjakarta.

Tim Robotics Research Center (R2C) UKSW berhasil meraih dua gelar juara pertama. Juara 1 masing – masing diraih Robot R2C-R9 untuk divisi Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) dan R2C-Acheron untuk divisi Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) Berkaki. “Target menjadi juara sudah tercapai. Untuk persiapan tingkat nasional kami masih perlu menyempurnakan beberapa hal karena ternyata ada beberapa riset yang belum bekerja maksimal,” kata Ivan Kurniawan, salah seorang anggota R2C-R9 ketika ditemui seusai kompetisi, Sabtu (16/5) malam.

Hal senada juga disampaikan Tyas Bani Pamerdi, salah seorang anggota R2C-Acheron. R2C-R9 yang berlaga di kontes robot sepakbola berhasil mengalahkan R_Scuad dari Universitas Ahmad Dahlan Jogjakarta di babak final. Selama 2 babak pertandingan berdurasi masing-masing 10 menit ini, R2C-R9 menang telak dengan skor akhir 3 – 0. Selama babak penyisihan hingga final, R2C-R9 yang menurunkan empat robot berhasil mencetak total 6 gol. Juara ketiga divisi ini diraih oleh Alfarobi dari Universitas Gajah Mada.

Sementara itu, R2C-Acheron juara setelah mengumpulkan 10 poin ketika berhadapan dengan Emran “D” Exe dari Universitas Islam Sultan Agung dibabak final. R2C-Acheron berhasil memadamkan 2 lilin dibabak final kemarin. “Robot kita juga sempat tidak bisa mematikan lilin diputaran awal. Sebelum maju final kita juga sempat mengalami eror sampai harus mengganti servo. Karena itu kita puas kita bisa menang,” imbuh Tyas Bani. Juara ketiga divisi ini diraih oleh Akhtar dari Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.

Rektor UKSW Prof. Pdt. John A. Titaley mengaku, sangat menghargai raihan prestasi mahasiswa Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer (FTEK) UKSW yang bergabung di R2C. “Prestasi ini juga menandakan FTEK berhasil meneruskan tradisi juara yang telah diukir kakak-kakak angkatan. Hal ini juga berarti pembinaan yang dilakukan oleh dosen dan juga senior berjalan dengan baik,” kata Rektor UKSW ketika disinggung tentang raihan prestasi mahasiswa UKSW.

Dengan prestasi yang diraih, R2C-R9 dan R2C-Acheron telah mengantongi tiket untuk berlaga di KRI Tingkat Nasional, Juni mendatang di Yogyakarta. Dalam laga regional ini, UKSW mengirimkan 3 robotnya yaitu R2C-R9 di KRSBI, R2C-Acheron di KRPAI Berkaki dan R2C-EOS di KRPAI Beroda. Tahun ini laga R2C-EOS harus berhenti dibabak perempat final.(sas/fth)

Silakan beri komentar.