ATUR LALU LINTAS: Petugas Dishubkominfo sedang mengatur lalu lintas di jembatan darurat. (faiz urhanul hilal/jawa pos radar semarang)
ATUR LALU LINTAS: Petugas Dishubkominfo sedang mengatur lalu lintas di jembatan darurat. (faiz urhanul hilal/jawa pos radar semarang)
ATUR LALU LINTAS: Petugas Dishubkominfo sedang mengatur lalu lintas di jembatan darurat. (faiz urhanul hilal/jawa pos radar semarang)

KAJEN – Berjubelnya kendaraan di jalur alternatif pasca ditutupnya Jembatan Surobayan dianggap bukan kemacetan. Hal itu diungkapkan Kabid Angkutan Jalan dan Lalu Lintas Dinhubkominfo Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro, kemarin.

Wahyu mengatakan, tidak ada istilah macet di jalur alternatif pasca penutupan jembatan Surobayan. “Tidak ada yang namanya macet. Karena sampai saat ini lalu lintas masih bisa diurai. Yang terjadi itu hanya kepadatan,” kata dia.

Kepadatan itu, lanjutnya, juga terjadi pada jam-jam tertentu, seperti pagi dan sore hari. Sebab, pada jam tersebut banyak pelajar yang berangkat dan pulang sekolah, serta para pekerja yang pulang pergi bekerja. “Sejauh ini masih bisa dikendalikan. Personel kami dan instansi lain juga siaga di sejumlah titik. Seperti di pintu masuk jalur alternatif atau jalur keluar dan masuk,” jelasnya.

Terkait antisipasi kemacetan, Wahyu berujar, pihaknya sudah memiliki strategi. Yakni untuk kendaraan roda empat dialihkan melalui Bojong. “Jika tidak bisa diurai, maka kendaraan roda empat tidak kami perbolehkan melewati jalur alternatif, melainkan kami alihkan ke Bojong,” ujarnya.

Seorang pengendara sepeda motor, Ahmad Rohadi, 45, mengatakan, kepadatan yang terjadi disebabkan sempitnya jalur alternatif. Selain itu, warga Kecamatan Doro tersebut juga mengeluhkan terkait adanya debu di jalur alternatif. “Kalau jalurnya sempit memang tak bisa spontan diatasi. Hanya saja soal debu. Apalagi kalau siang panas, terutama buat yang bawa anak-anak,” ungkapnya.

Sebagaimana diberitakan, penutupan jembatan Surobayan yang dilakukan sejak Rabu (13/5) dan diperkirakan hingga awal Desember 2015 mendatang. Hal itu disebabkan sedang dibangunnya jembatan Surobayan menjadi jembatan megah dengan anggaran dana Rp 25 miliar. (hil/ric)