Heru Sudjatmoko. (Jawa pos radar semarang files)
Heru Sudjatmoko. (Jawa pos radar semarang files)
Heru Sudjatmoko. (Jawa pos radar semarang files)

SEMARANG – Proyek Wana Wisata Penggaron atau yang lazim disebut Jateng Park diketahui akan mulai dibangun pada awal 2016 mendatang. Total anggaran yang dibutuhkan dalam proyek ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun. Atas hal itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng menyatakan mampu mendapatkan dana investasi tersebut.

”Nilai investasi itu tidak sulit bagi investor. Kita optimistis mendapatkannya. Tetapi memang harus diupayakan. Kalau belum-belum tidak optimis akan berhenti,” ungkap Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko.

Heru menegaskan, tahapan pembangunan Jateng Park ini harus jelas dan regulasinya harus clear. Sehingga mampu menarik banyak investor. Ia berharap dengan adanya rencana pembangunan Jateng Park ini mampu menyejahterakan rakyat. ”Kami berharap dengan adanya ini bisa ditindaklanjuti dengan langkah nyata demi kesejahteraan rakyat. Tentunya dengan didukung infrastruktur yang baik pula,” imbuhnya.

Disinggung terkait pihak Perhutani yang menginginkan saham sebesar 50 persen atas proyek tersebut, Heru tidak menampiknya. Menurut dia, hal itu sah-sah saja terlebih Perhutani telah memberikan modal berupa lahan seluas 500 hektare. ”Tapi tentu terlebih dahulu melihat potensinya dan perbandingan di daerah lain yang sudah berjalan,” terangnya.

Terpisah, Kepala Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan ITB, Budi Faisal yang ditunjuk sebagai konsultan atas proyek tersebut mengungkapkan, pada tahap awal pembangunan akan dibangun rest area di atas lahan seluas kurang lebih 20 hektare. Rest area tersebut meliputi SPBU, food court, tempat ibadah dan area parkir.

”Kami memprediksi akan banyak masyarakat yang memanfaatkannya karena sepanjang 60 km jalan tol (Tembalang-Ungaran) tidak dijumpai rest area. Informasinya akan dibangun di KM 22, kalau bisa sekalian di KM 20. Berdekatan dengan pintu gerbang Jateng Park,” bebernya.

Setelah rest area dikenal masyarakat, lanjut Budi, tahap selanjutnya adalah membangun Theme Park karena dinilai cepat mengembalikan modal. Menurutnya, wahana permainan Theme Park lebih baik menggunakan permainan tradisional, bukan teknologi canggih. ”Permainan dengan teknologi canggih telah banyak dijumpai di luar negeri dan saya yakin wisatawan mancanegara pasti lebih tertarik mencoba permainan tradisional,” tandasnya.

Ditambahkan Budi, konsep pengembangan Jateng Park ini akan memiliki jalur sirkulasi utama yang mengelilingi dan dapat mengakses semua kawasan. Selain itu, tempat wisata ini tetap mendekatkan dengan alam dan mengadopsi beberapa kekayaan Jawa Tengah. Seperti pintu masuk berupa ikon candi-candi di Jateng. ”Kami juga dapat masukan untuk menambah 36 tanaman langka yang berada di Jawa Tengah,” pungkasnya. (fai/ric/ce1)