RUTIN: Puluhan mahasiswa ASM saat mengampanyekan Begal Tas Kresek di acara car free day. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RUTIN: Puluhan mahasiswa ASM saat mengampanyekan Begal Tas Kresek di acara car free day. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Menjaga kebersihan dan peduli terhadap lingkungan dilakukan secara unik oleh puluhan mahasiswa Akademisi Santa Maria (ASM) Semarang. Yakni, dengan menggelar kampanye Begal Tas Kresek. Seperti Apa?

M. HARIYANTO

KAMPANYE yang dilakukan mahasiswa Akademisi Santa Maria (ASM) Semarang dengan Begal Tas Kresek, benar-benar terasa unik dan sedikit garang. Padahal, intinya mengajak semua lapisan masyarakat Kota Semarang menjaga lingkungan dan menyelamatkan bumi.

”Kampanye Begal Tas Kresek ini rangkaian kegiatan dies natalis mahasiswa semester 4 mata kuliah event organizer (EO). Jadi begal ini semacam razia. Tapi razia yang bersifat positif. Yakni, melakukan razia bagi warga yang masih menggunakan tas kresek,” ungkap Koordinator Kegiatan Mahasiswa ASM, Linkan kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (17/5) kemarin.

Menurutnya, kegiatan pembegalan tas kresek tidak semata-mata merampas milik orang lain yang sedang dipergunakan. Tapi para mahasiswa ini meminta tas kresek dengan baik-baik untuk ditukar dengan tas berbahan dari kain yang telah disediakan tim kampanye.

”Setiap kegiatan kampanye Begal Tas Kresek, kami selalu menyediakan 500 tas dari bahan kain yang nantinya ditukar tas kresek yang biasanya digunakan sekali pakai. Sedangkan tas kain bisa digunakan lebih lama dan terlihat nyaman,” katanya.

Menurutnya, penggunaan tas kresek sekarang sudah tidak efisien. Apalagi, sampah tas berbahan plastik tersebut berdampak pada ekosistem dan lingkungan. Sehingga dalam kegiatan kampanye Begal Tas Kresek bertujuan untuk kepedulaian lingkungan dan penghijuan.

”Tas plastik itu tidak bisa hancur, meskipun puluhan ribu tahun terpendam di dalam tanah. Makanya, kami bersama teman-teman melakukan upaya penyelamatan lingkungan. Apalagi sekarang ini, banyak sampah dari bahan plastik yang masih berceceran di jalan,” ujarnya.

Kegiatan kampanye Begal Tas Kresek diikuti sekitar 80 mahasiswa ASM di acara car free day. Di antaranya di kawasan Simpang Lima, Jalan Pahlawan dan Jalan Pemuda Kota Semarang.

”Tempat itu kan ramai. Jadi kami sengaja menyosialisasikan kepada warga yang masih menggunakan tas kresek, supaya tidak lagi memakai tas kresek. Kami harus melakukan pendekatan terlebih dahulu, sehingga tidak serta-merta meminta tas kresek yang dipakai,” terangnya.
Diakuinya, kampanye Begal Tas Kresek baru pertama dilakukan pada tahun ini. Namun demikian, kegiatan lain yang berkaitan dengan kepedulian lingkungan seperti penanaman pohon telah dilakukan sejak tahun 2008 lalu.

”Penanaman pohon bakau di Pantai Maron sebelumnya juga pernah kami lakukan. Sedangkan dalam kegiatan dies natalis ini, ada kegiatan lain seperti pertandingan futsal se-Jateng di Gunungpati dan reuni akbar bersama 150-an alumni ASM tahun 80,” imbuhnya.

Rencananya, katanya, kegiatan kampanye Begal Tas Kresek akan dilakukan secara rutin sebulan sekali. Sedangkan sejauh ini, tas kresek hasil kampanye telah terkumpul 5.000 tas. Setelah tas terkumpul, nantinya akan dilakukan penelitian, kemudian diolah menjadi barang lain yang lebih berguna.

”Kampanye Begal Tas Kresek ini juga diterapkan di lingkungan kampus. Memang semuanya harus diawali dari lingkungan kita sendiri. Kampus juga menerapkan kawasan bebas rokok,” pungkasnya. (*/ida/ce1)