ANGGOTA Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang, Santi Wahyuningsih, kini memang sudah tidak lagi terlibat dalam penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang melanggar perda. Namun gadis manis kelahiran Semarang, 5 September 1991 ini mengaku terkadang kangen dengan pekerjaan tersebut.

”Kangen sih ada. Karena dulu sering ikut terjun langsung di lapangan menertibkan PKL yang melanggar aturan. Tapi, sekarang sudah tidak lagi. Sekarang saya mendapat tugas mengawal Bu Wali Kota,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang kemarin.

Santi mengaku memiliki banyak kenangan saat terjun langsung di lapangan. Ia sendiri sebenarnya tidak tega melihat ibu-ibu menangis saat lapak dagangannya ditertibkan.

”Tapi, bagaimana pun saya harus tetap konsisten melaksanakan tugas dan kewajiban demi ketertiban Kota Semarang. Melalui pendekatan, saya beri pengarahan akhirnya ibu-ibu yang menangis tadi menyadari,” ucap gadis yang kerap dipanggil Princes Santi ini.

Sebelum bergabung di Satpol PP Kota Semarang, dara yang hobi jalan-jalan ini sebenarnya bercita-cita menjadi anggota tentara. ”Sejak kecil saya suka militer. Begitu lulus SMA, saya langsung daftar tentara. Tapi setelah mengikuti tes 4 kali, ternyata gagal. Lalu daftar Satpol, Alhamdulillah diterima,” ujar alumnus D-3 Manajemen Universitas Semarang (USM) ini.

Saat kali pertama masuk Satpol PP Kota pada Januari 2015, ia sempat menjalani pendidikan militer dan pelatihan SAR. ”Pendidikannya cukup berat, dan panas banget. Tapi karena sudah saya niati, ya harus dijalani,” ucapnya. (mha/aro/ce1)