SIAP PINDAH: Sejumlah pedagang mengambil undian lapak di tempat relokasi sementara. Mereka akan pindah dalam waktu minggu ini. (AGUS HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIAP PINDAH: Sejumlah pedagang mengambil undian lapak di tempat relokasi sementara. Mereka akan pindah dalam waktu minggu ini. (AGUS HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIAP PINDAH: Sejumlah pedagang mengambil undian lapak di tempat relokasi sementara. Mereka akan pindah dalam waktu minggu ini. (AGUS HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PETERONGAN – Peristiwa terbakarnya Pasar Johar rupanya memiliki dampak psikologis terhadap pedagang Pasar Peterongan. Jika selama ini muncul sinyalemen penolakan menempati lapak sementara di Pasar Inpres, kini pedagang pun sepakat segera pindah dan berharap pembangunan pasar segera dilaksanakan. Hal itu terlihat dari kegiatan pengundian lapak, Selasa (12//5) kemarin.

Pada beberapa waktu ternyata memiliki dampak emosional terhadap para pedagang Pasar Peterongan. Bahkan pedagang Peterongan juga pasrah dan akan segera menempati pada lapak sementara dengan maksud supaya pembangunan pasar dipercepat.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Semarang, ratusan pedagang telah berkumpul di lantai dua bangunan lapak sementara. Mereka tampak antusias mengkuti pengundian lapak yang dilakukan oleh Dinas Pasar Kota Semarang. Sesuai jadwal, pengundian lapak sementara dilakukan selama tiga hari mulai Selasa-Kamis (12-14/5) dan diikuti sebanyak 440 pedagang.

Pengundian hari pertama berjumlah 124 pedagang. Terbagai menjadi beberapa zona, seperti pedagang kelontong 16 orang, konveksi 78 orang, kosmetik14 orang dan tas/sepatu 16 orang. Mereka nantinya akan menempati pada bangunan baru lapak sementara di lantai dua Pasar Inpres.

Hari ini, giliran pedagang tempe sebanyak 7 orang, sembako 47 orang, makanan roti 66 orang, yang mengambil undian. Mereka akan menempati lantai bawah bangunan. Hari Kamis, (14/5) pengundian kios los terdiri atas pedagang aksesori 25 orang, warung wedang 31 orang, tahu 6 orang, jasa 11 orang, telur 4 orang, daging 4 orang nantinya menempati lantai 2 Pasar Inpres.

Pendamping pedagang, Soemarsono mengakui para pedagang di Pasar Peterongan merasa trauma dengan terbakarnya Pasar Johar. Sehingga pedagang memutuskan segera pindah ke tempat relokasi sementara.
”Para pedagang trauma terhadap bencana Pasar Johar. Itu yang menjadi alasan pedagang sepakat pindah minggu ini. Selain itu beberapa pedagang juga menyadari kemauan Pemkot Semarang untuk membangun pasar lebih baik,” ungkapnya di sela-sela pengundian lapak.

Hal senada juga diungkapkan pedagang kelontong, Rusmiyati. Menurutnya, para pedagang khawatir peristiwa kebakaran di Pasar Johar akan menimpa Pasar Peterongan. ”Sebanarnya ya pengennya pindah setelah Lebaran. Tapi bagaimana lagi, namanya wong cilik ya harus nurut. Harapannya pembangunan cepat selesai sebelum akhir tahun,” terangnya.

Kabid Perencanaan dan Pengaturan Dinas Pasar Peterongan, Bachtiar Effendi mengatakan, pengundian lapak dilakukan selama tiga hari. ”Pada proses pengosongan bangunan utama nantinya juga akan dilakukan penghapusan aset. Sehingga Pasar Peterongan bisa secepatnya dibongkar dan dibangun kembali,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Trijto Sardjoko mengakui pihaknya akan melakukan pembongkaran bangunan utama Pasar Peterongan dalam waktu dekat. Diperkirakan pembongkaran bangunan akan dilakukan pada pertengahan bulan Mei 2015. ”Sesuai jadwal, pembangunan akan dilakukan pada tanggal 29 Mei dan ditargetkan selesai pada 27 Desember 2015,” terangnya. (mha/zal/ce1)