Terjunkan 108 Ribu Kader

152
Tjondrorini. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Tjondrorini. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Tengah menerjunkan 108 ribu kader pendata untuk melakukan sensus keluarga berencana (KB) terhadap seluruh warga Jawa Tengah yang tersebar di 35 kabupaten/kota. Selain untuk mengetahui kondisi KB di Jateng, pendataan ini sekaligus menjadi program pemutakhiran data keluarga mulai dari tingkat RT hingga provinsi.

Kepala Perwakilan BKKBN Jateng Tjondrorini menjelaskan, pendataan keluarga tahun ini sangat strategis karena untuk mendapatkan data basis keluarga yang akurat dan tepat sasaran. Sehingga dapat digunakan untuk menyukseskan program KB serta intervensi pemerintah dalam menerapkan berbagai kebijakan yang menyentuh langsung masyarakat.

”Sensus ini juga dilaksanakan secara serentak di seluruh daerah di Indonesia mulai 1-30 Mei 2015. Program ini merupakan tindak lanjut dari Inpres (Instruksi Presiden) dan PP (peraturan pemerintah) Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, KB, dan Sistem Informasi Keluarga, serta instruksi Mendagri (Menteri Dalam Negeri) yang diteruskan kepada bupati dan camat,” beber Rini usai bertemu dengan Gubernur Jateng Pranowo, kemarin.

Rini menjelaskan, hasil pendataan yang dilakukan selama satu bulan tersebut selanjutnya masuk dalam proses penjumlahan, verifikasi, dan berbagai tahapan lainnya. Di antaranya tahapan sararehan baik di tingkat RT, RW, kelurahan hingga kecamatan untuk memastikan bahwa data tersebut benar-benar valid dan riil. ”Variabel-variabel pendataan tahun 2015 ini mengalami perubahan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kebijakan pemerintah. Misalnya untuk intervensi program pembangunan, kesejahteraan, kesehatan, dan pendidikan masyarakat,” imbuhnya.

Oleh karenanya, lanjut Rini, program pendataan keluarga ini dilakukan dari rumah ke rumah. Menurutnya, jumlah keluarga yang akan didata tahun ini sekitar 10.800.000 jiwa dengan jumlah kader pendata 108 ribu orang. Para kader merupakan warga setempat sehingga paham betul kondisi keluarga yang akan didata. ”Mereka siap mendatangi keluarga pada pagi, siang, maupun malam menyesuaikan waktu senggang warga yang bersangkutan,” terangnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyatakan dukungannya terkait pendataan KB di tingkat RT hingga provinsi itu. Menurutnya, update data keluarga berencana sangat penting dilakukan. Sebab, selain untuk memotret KB di Jateng, data juga dapat digunakan pemerintah untuk mengetahui jenis kebutuhan masyarakat dan skala prioritas intervensi kebijakan yang tepat sasaran.

”Hari ini sudah mulai pendataan. Tidak hanya terkait KB namun juga tentang kondisi keluarga menyangkut pendidikan, menu makanan keluarga, sandang, dan lainnya. Pendataan ini sangat bagus karena hasil sensus diserahkan ke RT sehingga data lebih akurat,” tandasnya. (fai/ric/ce1)