SEMARANG – Melambatnya pertumbuhan perekonomian di Indonesia, berdampak pada penjualan Semen Indonesia. Pada kuartal pertama tahun 2015 mengalami penurunan sekitar 2,7 persen, sedangkan untuk grup turun 3,3 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Penjualan di awal tahun ini memang mengalami kelesuan dikarenakan belum adanya belanja infrastruktur pemerintah. Namun usai lebaran atau pada semester II diprediksi pasar kembali naik.

Menurut Direktur Produksi PT Semen Indonesia Johan Samudra di Semarang, kemarin mengatakan, penurunan ini karena terjadi penurunan konsumsi semen. Khusus untuk area Jawa berdasarkan data untuk Januari-Maret 2015 mengalami penurunan 3,4 persen. Pada 2014 konsumsi mencapai 7.740.977 ton, namun di periode sama 2015 turun menjadi 7.4481.463 ton.

Didampingi Sekretaris Perusahaan Agung Wiharto, Johan mengatakan pada kuartal pertama ini penjualan memang tidak seuai harapan. Meski demikian PT Semen Indonesia tetap optimistis di Semester II ini penjualan akan membaik. Menyinggung soal penurunan harga dalam upaya mendongkrak penjualan , menurutnya tidak cukup berpegaruh. Padahal penurunakan harga ini diharapkan akan meningkatkan konsumsi, namun karena kondisi daya beli masyarakat melemah belum mampu meningkatkan penjualan. “Paling tidak di semester II penjual akan naik, karena usai lebaran biasanya daya beli masyarakat akan kembali membaik,” tutur Johan.

Dijelaskan Perkembangan produksi semen Indonesia secara keseluruhan di tahun 2015 mentargetkan 29,2 juta ton Semen Indonesia Grup atau sama seperti tahun lalu. Menyinggung soal ekspor, guna meningkatkan penjualan, akan dipertimbangkan. Namununtuk ekspansi pasar masih tergantung kondisi. Diakui di Indonesia kuartal 1 tidak secerah sebelumnya, demikian juga untuk wilayah regional. Kondisi ini berbeda dengan pasar di luar negeri seperti di Philipina Vietnam, Bangladesh yang cukup bagus. Bahkan Semen Indonesia juga akan melakukan ekspansi pasar ke Myanmar. “Untuk melakukan ekspansi ke luar negeri tentunya kami nanti melihat kondisi di dalam negeri dulu, khususnya kapasitas produksi dan kebutuhan konsumsinya,” tambah Johan.

Sampai April 2015, konsumsi semen dalam negeri mencapai 18,09 juta ton. Sedangkan untuk Semen Indonesia Group mencapai 7,93 juta ton. Soal produksi diharapkan pabrik Semen di Rembang siap untuk produksi secara komersial awal tahun 2017. Ditambahkan Agung, Pabrik semen Rembang dari sisi teknis sudah masuk aktifitas kontruksi sipil, dan menyiapkan tenaga-tenaga yang harus sudah siap sehingga bisa kerja full speed. Namun dari fisik sampai April ini pembangunan sudah 34 persen sudah jalan, kalau lancar akhir 2016 sudah siap produksi dan produksi komersial awal 2017. (tya/smu)