Operasi Pasar Gas Elpiji, Sepi Pembeli

99
KURANG SOSIALISASI : Warga Desa Kalongan dan sekitarnya membeli gas elpiji 3 kilogram di lokasi operasi pasar di pinggir jalan depan kantor Kecamatan Ungaran Timur. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KURANG SOSIALISASI : Warga Desa Kalongan dan sekitarnya membeli gas elpiji 3 kilogram di lokasi operasi pasar di pinggir jalan depan kantor Kecamatan Ungaran Timur. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN- Pertamina melakukan operasi pasar gas elpiji 3 kilogram di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Operasi pasar tersebut dilakukan karena ada informasi bahwa di Kecamatan Ungaran Timur terjadi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram. Sayangnya operasi pasar kurang sosialisasi sehingga sepi pembeli.

“Kami mendapat informasi bahwa warga maupun pengecer kesulitan mendapatkan gas 3 kilogram. Sehingga kami melakukan operasi pasar di sini,” ungkap Sales Eksekutif Pertamina, Dany Hamdani ditemui di lokasi operasi pasar yang digelar di dekat kantor Kecamatan Kalongan, Selasa (12/5) pagi kemarin.

Dalam operasi pasar tersebut, Pertamina bekerjasama dengan agen gas elpiji. Sebanyak 560 tabung gas disediakan dalam operasi pasar tersebut. Musriah, 40, warga Tompo Gunung, Desa Kalongan, mengatakan bahwa sudah satu bulan ini elpiji sulit didapat. Sehingga warga harus mencari di pengecer-pengecer di luar Desa Kalongan.

“Sebenarnya kami ini berharap elpiji selalu tersedia, sebab kalau sampai langka kami kesulitan memasak. Padahal, saya ini jualan makanan. Kalaupun ada elpiji, harganya Rp 18-19 ribu,” kata Musrikah.

Senada dikatakan Astuti, 42, warga Desa Kalongan. Dia sudah beberapa minggu ini kesulitan mendapatkan gas elpiji. Sehingga dengan adanya operasi pasar gas, warga sangat terbantu untuk mendapatkannya. “Semestinya kalau mau operasi pasar kabar-kabar dulu. Kalau mendadak seperti ini, kami tidak bisa membeli, karena tabung sudah penuh,” imbuhnya.

Kades Leyangan, Ari Susanto, juga menyampaikan bahwa warganya kesulitan mendapatkan gas sama dengan di Desa Kalongan. Mungkin karena menjelang ada kenaikan harga jadi sulit mendapatkan gas. “Operasi pasar yang dilakukan Pertamina itu tidak tepat sasaran. Apalagi tidak ada sosialisasi sebelumnya. Sehingga warga tidak ada yang tahu. Apa memang agar tidak ada yang beli?” kata Ari ditemui di lokasi operasi pasar di Kalongan. (tyo/ida)