Kebaya Kimono Modern dan Dinamis

155
MODERN : Model mengenakan kebaya bergaya kimono rancangan salah seorang desainer muda Kota Semarang Widya Andhika Aji. (Istimewa)
MODERN : Model mengenakan kebaya bergaya kimono rancangan salah seorang desainer muda Kota Semarang Widya Andhika Aji. (Istimewa)

SEMARANG – Mengenakan kebaya dulu terkesan kuno dan tidak modis. Namun, anggapan tersebut kini terpatahkan dengan munculnya berbagai macam model dan warna kebaya yang terlihat modern dan dinamis bagi pemakainya.

Widya Andhika Aji, salah seorang desainer di Kota Semarang mengungkapkan, busana tradisional yang dipadukan dengan desain modern nan unik kini justru banyak diburu masyarakat. “Salah satu contoh produknya adalah kebaya yang saya desain ala kimono atau atasan peplum dipadukan dengan prada lace yang elegan dan chic,” ungkap Dhika di sela persiapan Semarang Fashion Festival 2015 di Paragon Mall Semarang.

Sedangkan untuk bawahannya bisa dipadukan dengan jarik tradisional yang dibuat dengan teknik draping modern. “Sangat unik dengan padu padan kain chiffon ataupun tanpa chiffon,” ungkapnya.

Selain kebaya, busana tradisional yang kini banyak digemari anak muda adalah batik kombinasi. Mengingat desainnya mampu menyamarkan kesan kuno seperti yang biasa terlihat dari batik polos. “Untuk memberi kesan modern pada batik, maka saya menampilkannya dengan kombinasi denim, chiffon dan tile,” terangnya.

Selain karya dari Widya Andhika Aji, masyarakat Semarang juga bisa menyaksikan karya dari perancang busana lain dalam Semarang Fashion Festival 2015 di Paragon Mall Semarang sejak hari ini hingga 17 Mei mendatang. Perancang busana lain yang memeriahkan event ini diantaranya Gregorius Vici, Angela Chung, Ina Priyono, Ave Sanjaya, Novi Sanjaya, Amie Indriati, Anne Avantie dan Intan Avantie.

General Manager Sales Marketing and Promotion Paragon Mall Dian Widiyanti mengatakan, Semarang Fashion Festival 2015 ini merupakan bazar desainer pertama di Semarang. “Bila sebelumnya masyarakat enggan berkunjung ke butik para desainer karena image mahal, sekarang masyarakat bisa melihat-lihat karya rancangan desainer di mal bahkan membelinya,” ungkap wanita berambut pendek ini. Selain itu, diharapkan dengan event ini juga bisa memancing wisatawan ke Semarang. “Untuk target pengunjung selama event Semarang Fashion Festival 2015 ini, kami berharap bisa mencapai angka 30 ribu pengunjung setiap harinya,” pungkasnya. (eny/ric)