Desak Pengembangan Bandara Dievaluasi

117
OVERLOAD : Calon penumpang pesawat berjubel di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang. Kondisi bandara di Ibukota Jateng tersebut sudah overload, tidak mampu menampung lonjakan jumlah penumpang. (RICKY FITRIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
OVERLOAD : Calon penumpang pesawat berjubel di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang. Kondisi bandara di Ibukota Jateng tersebut sudah overload, tidak mampu menampung lonjakan jumlah penumpang. (RICKY FITRIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Progres pengembangan Bandara internasional Ahmad Yani yang minus 2,6 persen dari target awal menjadi sorotan DPRD Jateng. Dewan menilai harus ada solusi yang tepat agar pembangunan bisa sesuai jadwal dan tidak terus molor. Sebab, saat ini kondisi bandara sudah tidak layak untuk kategori bandara internasional.

Anggota Komisi D DPRD Jateng, Muhammad Ngainurrichald mengatakan, mestinya pengembangan bandara harus sesuai jadwal. Apalagi, hanya tinggal membangun karena lahan sudah tersedia dan dana sudah dialokasikan. ”Tapi kenapa ini tidak sesuai target. Jangan sampai pembangunan kemudian molor lagi, karena bakal memengaruhi bandara ke depan,” katanya, kemarin.

Politisi PPP ini menambahkan, tidak sesuainya target pembangunan karena kontur tanah yang lembek sebenarnya bukan alasan utama. Mestinya harus ada tim khusus yang mengkaji lebih dalam agar persoalan tersebut bisa diselesaikan secepatnya. Toh nyatanya saat ini alat dan teknologi sudah modern dan itu bisa dimanfaatkan. ”Ini harus ada evaluasi ulang, agar pembangunan bisa cepat. Kalau memang karena kontur tanah, mestinya tim ahlinya bisa menanganinya,’ imbuhnya.

Ia menilai, kondisi Bandara Ahamd Yani saat ini sudah tidak layak dan tidak mencerminkan bandara internasional. Kapasitas penumpang yang semakin banyak dan jadwal pesawat yang kian padat tidak dibarengi dengan lokasi yang nyaman. Bahkan, penumpang terpaksa berdesak-desakan menunggu jadwal untuk naik pesawat. ”Masak bandara internasional dan di ibu kota Jateng kondisinya seperti itu. Menurut saya sudah tidak layak dan memang membutuhkan pengembangan,” tambahnya.

Seperti diberitakan, pembangunan terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang minus 2,6 persen dari target. Pembangunan direncanakan sudah mencapai 16,18 persen jika mengacu target perencanaan. Tapi karena beberapa hambatan, progres baru mencapai 13,5 persen. Salah satu hambatan terbesar karena kontur tanah yang lembek lantaran merupakan lokasi rawa.

Wakil Ketua DPRD Jateng, Ferry Wawan Cahyono menyayangkan proses pembangunan yang berjalan lamban. Pemerintah dalam hal ini dinilai kurang kreatif sehingga pembangunan tidak kunjung rampung. Padahal pengembangan sangat dibutuhkan mengingat kapasitas Bandara Ahmad Yani sudah overload. Selain itu pengembangan juga bisa meningkatkan perekonomian di Jateng. ”Saya kira pembangunan ini harus dipercepat, karena demi hajat banyak orang. Apalagi kapasitas bandara sudah tidak bisa menampung lebih banyak lagi,” katanya.

Politisi Partai Golkar ini mendesak agar pemerintah pusat dan Pemprov Jateng bergerak lebih cepat untuk menyelesaikan pembangunan bandara. Terlebih mengingat status Bandara Ahmad Yani merupakan bandara internasional dan berada di ibu kota Jateng. ”Jika bandara ini dikembangkan jelas bakal bisa mengangkat perekonomian dan wisatawan ke Jateng,” tambahnya. (fth/ric/ce1)