Bupati Pergoki Blanko Sensus Belum Siap

120

KAJEN-Sejumlah petugas Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) bersama Tim Penggerak PKK (TP PKK) kena semprot Bupati Pekalongan, Amat Antono. Pasalnya, saat akan melakukan pendataan di Rumah Dinas Bupati Pekalongan, petugas belum siap blangko dari BKKBN Provinsi Jateng (formulir F/I/PK/15) untuk pengisian data sensus belum siap. “Saya hanya menyayangkan. Waktu itu, saya sama istri akan didata untuk sensus penduduk,” ungkapnya, kemarin.

Antono mengaku, belum siapnya sarana tersebut sangat disayangkan. Sebab program pendataan keluarga 2015 sudah di-launching sejak 1 Mei dan diharapkan bisa selesai 31 Mei 2015 mendatang. “Niat baik kalau tidak didukung dengan kesiapan sarana prasarana, maka hasilnya akan kurang bagus. Contohnya blanko sensus itu,” imbuhnya.

Sebagai masyarakat, Antono mengatakan bahwa adanya temuan di lapangan tersebut, langsung disampaikan kepada pihak yang berwenang. “Saya langsung menghubungi Asisten Kesra Sekda Provinsi Jateng, Drs Budi Wibowo. Saya menyampaikan kendala yang terjadi di lapangan ini,” kata Antono yang akan menindaklanjuti temuan tersebut dengan melayangkan surat resmi kepada Gubernur Jawa Tengah.

Sementara itu, terkait program tersebut, Antono menyatakan dukungannya. Sebab data yang diperoleh nantinya akan sangat diperlukan, terutama terkait kebijakan-kebijakan dalam pemerintahan.

Kepala BPM PKB Kabupaten Pekalongan, Totok Budi M mengatakan bahwa pihaknya menganggap temuan bupati itu sebagai hal yang positif. “Masukan dari Pak Bupati sangat berarti sekali dan akan kami tindak lanjuti dengan melaporkan temuan tersebut ke Pemprov Jateng,” ungkapnya.

Totok menjelaskan, sasaran kegiatan pendataan keluarga itu untuk mengetahui sejumlah data. Yakni Pasangan Usia Subur (PUS), peserta KB, data keluarga dan individu anggota keluarga, data tahapan keluarga sejahtera serta ciri-ciri penduduk. “Kami bertujuan memperoleh data keluarga by name by addres,” jelasnya.

Hal itu, lanjutnya, akan digunakan dalam penetapan sasaran dan optimalisasi operasional berbagai program. “Program-progam itu seperti pembangunan kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), serta intervensi berbagai program pembangunan lainnya,” tandasnya. (hil/ida)