Wali Kota Percepat Pasar Darurat di Lahan MAJT

89
BANTU PEDAGANG: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat berdialog dengan pedagang Pasar Johar kemarin. (M. RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANTU PEDAGANG: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat berdialog dengan pedagang Pasar Johar kemarin. (M. RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

WALI KOTA Semarang Hendrar Prihadi menjanjikan maksimal sebulan pasca kebakaran, para pedagang Pasar Johar sudah bisa kembali beraktivitas jual beli di lokasi pasar darurat. Salah satu upaya yang akan ditempuh pemkot adalah melakukan percepatan pembangunan tempat penampungan sementara di lahan milik Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

”Saat ini kami sedang memilah-milah kontraktor mana saja yang bisa bekerja cepat, tidak berharap dari termin, tapi dia mau membantu pedagang,” tegas Wali Kota Semarang usai melakukan peninjauan kembali lokasi Pasar Johar, kemarin (11/5).

Menurut Hendi –sapaan akrabnya— Pasar Johar telah menjadi tumpuan ribuan pedagang untuk mencari penghasilan, baik pedagang yang menempati los, kios maupun pedagang pancakan. Karena itu, pengerjaan tempat penampungan sementara tidak bisa ditunda-tunda dan harus segera diselesaikan.

Sembari menunggu pembangunan tempat penampungan selesai, wali kota memberikan alternatif tempat sementara untuk aktivitas pedagang. Hendi mempersilakan jika pedagang ingin menempati aset-aset pemeriantah, seperti Pasar Bulu lantai III, Pasar Rejomulyo, Gedung Parkir Johar, dan Gedung Johar Trade Mall (eks Matahari Johar, Red).

”Atau tempat yang mereka inginkan yang tidak melanggar ketentuan, kami persilakan. Nanti setelah tempat penampungan sementara selesai, kami berharap pedagang bisa pindah bersama-sama,” tegas Hendi.

Wali kota mengupayakan pembangunan penampungan sementara di lahan MAJT segera dilaksanakan dan selesai sekitar satu bulan. Ditargetkan H-3 sebelum bulan Ramadan, para pedagang sudah bisa menempati lahan relokasi tersebut.

”Pemerintah pusat berkomitmen agar pasar tersebut segera berfungsi kembali dalam proses revitalisasi ke depan. Sedangkan pemerintah provinsi juga sudah memberi support pembuatan tempat relokasi sementara,” katanya.

Dari hasil pendataan Dinas Pasar, lanjut wali kota, jumlah pedagang yang menjadi korban kebakaran, dan akan direlokasi sebanyak 4.719 pedagang. Sedangkan jumlah lapak yang akan dibuat di tempat penampungan sebanyak 4.850 petak. ”Anggaran sudah ada, bisa diatasi APBD Kota dan Provinsi. Proses relokasi harus selesai secepatnya,” tuturnya.

Pemkot telah menyiapkan dana tanggap darurat dari APBD sebesar Rp 10 miliar, sedangkan sisanya akan dibantu dari pemerintah provinsi. ”Pak Gub (Gubernur Jateng Ganjar Pranowo) sudah support, berapa pun nilainya akan dibantu,” imbuhnya.

Disinggung revitalisasi ke depan, apakah akan mempertahankan bangunan cagar budaya meski telah terbakar, Hendi menyatakan, keputusan tersebut masih menunggu hasil uji tim teknis.

”Yang harus kita pahami, Pasar Johar merupakan cagar budaya, apakah akan (ke depan) dibangun konsep cagar budaya? Itu iya. Tapi kita lihat secara teknis bangunan tersebut masih layak atau tidak, jadi kita tidak bisa memaksakan. Kalau memang hasil tim teknis mengatakan, itu sudah rapuh dan tidak bisa dipertahankan, ya kita bongkar. Kalau hasil konsultasi teknis bilang bisa dipertahankan, maka kita pertahankan,” terangnya.

”Keterlibatan tim cagar budaya dan para pakar kita butuhkan untuk buat formulasi teknis apakah akibat kebakaran tersebut merusak konstruksi teknis atau tidak,” imbuhnya.

Selain membantu memberikan solusi tempat berjualan dan revitalisasi Pasar Johar, Hendi juga berupaya membantu pedagang dari segi modal. Salah satunya menggandeng perbankan dan perusahaan-perusahaan besar yang ada di Kota Semarang.

”Seperti Bank Jateng telah menyampaikan komitmennya, mereka akan back up dari segi permodalan. CSR juga akan diarahkan ke sana. Karena ini kejadian yang harus ’dikeroyok’ dari semua segi. Bagi pihak yang memiliki kemampuan mari kita bantu saudara-saudara kita yang terkena musibah,” ajak wali kota.

Kemarin, usai meninjau Pasar Johar, wali kota bersama Menteri Perdagangan Rahmat Gobel dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sempat mengunjungi rencana lokasi pasar darurat di sebelah MAJT. Lahan yang disiapkan cukup untuk menampung pedagang Pasar Johar yang menjadi korban kebakaran. Selain aksesnya lebih mudah, dukungan utilitas juga lebih memadai. ”Jaraknya pun tidak terlalu jauh dari Pasar Johar,” katanya. (zal/aro/ce1)