CARI PENYEBAB: Petugas Puslabfor Mabes Polri Cabang Semarang saat melakukan olah TKP di dalam Pasar Johar. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CARI PENYEBAB: Petugas Puslabfor Mabes Polri Cabang Semarang saat melakukan olah TKP di dalam Pasar Johar. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAUMAN – Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri Cabang Semarang dan Inafis Polrestabes Semarang melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi kebakaran Pasar Johar Semarang, Senin (11/5) siang. Kurang lebih dua jam, tim menyisir puing-puing sisa kebakaran di sejumlah lokasi, di antaranya memasuki Toko Pada Suka Group No 01 Pasar Johar. Pasalnya, sumber api diduga berasal dari toko grosir celana jins anak-anak dan dewasa tersebut.

Mereka kemudian menyita sejumlah barang bukti yang diduga sebagai petunjuk penyebab terjadinya kebakaran dahsyat yang melumat Pasar Johar dan Pasar Yaik Permai pada Sabtu (9/5) lalu. Di antaranya, KWH meter beserta MCB, kabel-kabel bekas terbakar, motor kipas angin, steker listrik, dan beberapa sampel abu di beberapa tempat. Sejumlah barang bukti tersebut langsung dimasukkan ke kantong plastik lalu dibawa ke mobil forensik untuk kemudian diteliti di laboratorium.

Kepala Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri Cabang Semarang, Kombes Pol Setiyani Dwi Astuti mengatakan hal tersebut merupakan olah tempat kejadian perkara (TKP) pertama.

”Kami mencari dan mengambil sejumlah barang bukti untuk diteliti di laboratorium,” kata Dwi kepada Jawa Pos Radar Semarang di Pasar Johar Semarang, Senin (11/5).

Dijelaskan Dwi, pihaknya mengamankan sejumlah barang di lokasi kejadian. Di antaranya, KWH meter beserta MCB, kabel-kabel bekas terbakar, motor kipas angin, steker listrik, dan beberapa sampel abu.

”Nantinya tim labfor akan memeriksa barang bukti di laboratorium menggunakan alat bernama GCMS atau Gas Chromatography Mass Spectrometry (kromatografi gas dan spektometer masa, Red),” jelasnya.

Pembuktian tersebut dilakukan secara ilmiah melalui hasil penelitian di laboratorium. Sehingga hasil penelitian barang bukti tersebut nantinya bisa menjadi petunjuk otentik untuk mengetahui penyebab kebakaran dahsyat di Pasar Johar dan Pasar Yaik Permai itu.

”Kami berjanji secepatnya, hasil pembuktian ini diselesaikan. Satu sampai dua hari mudah-mudahan selesai. Secepatnya, karena Pasar Johar merupakan bangunan bersejarah yang diprioritaskan. Ini tempat vital yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Semarang,” ujarnya.

Kapolda Jateng Irjen Pol Nur Ali mengatakan, tim Polda Jateng akan menelusuri berdasarkan keterangan saksi. ”Berdasarkan keterangan saksi, sumber api berasal di toko kain, keterangan itu nanti kami dalami,” katanya.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin menuturkan, saksi yang diperiksa berjumlah dua orang, yakni penjaga pasar dan pemilik toko Pada Suka.
”Sudah kami periksa, yakni penjaga pasar dan pemilik kios Pada Suka,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, dugaan sementara kebakaran akibat korsleting listrik. ”Instalasi listrik di Pasar Johar memang semrawut karena bertumpuk,” ungkapnya.

Sementara, pasca kebakaran Pasar Johar, sejak Sabtu (9/5) malam, petugas Dinas Kebakaran Kota Semarang telah menghabiskan sedikitnya 100 tangki untuk memadamkan api. Hingga Selasa (11/5) sore, petugas pemadam kebakaran masih standby di lokasi kejadian. Mereka disiagakan selama 24 jam hingga lima hari setelah terjadinya insiden kebakaran tersebut. Hal itu untuk mengantisipasi adanya kemungkinan api menyala kembali di pasar seluas 4,4 hektare tersebut.

”Perintah Pak Wali Kota, kami diminta siaga hingga lima hari. Sejak malam minggu lalu, kami sudah menghabiskan sebanyak 100 tangki air lebih. Ada tangki 4.000 liter dan 5.000 liter,” kata Kepala Bidang Operasi dan Pengendalian Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Sumarsono, ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Senin (11/5) sore.
Para petugas pemadam dibagi 3 shift per 8 jam sejak terjadinya kebakaran tersebut. ”Satu shift yang bertugas 25-30 personel atau satu pleton,” terang Sumarsono.
Dijelaskannya, secara umum pihaknya mengaku tidak kesulitan. Stok air bisa didapatkan dari sekitar lokasi. ”Hambatannya adalah di dalam pasar ada beberapa ruang atau space yang memakai rolling door. Sehingga menghambat kami untuk masuk ke dalam ruangan. Padahal yang terbakar berada di dalam rolling door itu,” katanya.

Selain itu, pihaknya dibantu dari Satpol PP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan SAR. Terkait hydran untuk mengambil air, Sumarsono menjelaskan ada dua jenis hydran. Pertama hydran kota dan hydran gedung. Untuk hydran kota adalah alat yang berfungsi menyuplai air ke mobil pemadam. Kemudian dari mobil ditembakkan ke lokasi kebakaran. Sedangkan hydran gedung bisa langsung disambung selang dan ditembakkan ke lokasi kebakaran. ”Di sini adanya hydran kota. Sedikitnya ada empat titik yang bisa menyuplai ke mobil kami,” terangnya.
Adapun hydran gedung di lokasi Pasar Johar diduga tidak aktif atau tidak bisa difungsikan. (amu/aro/ce1)