SALATIGA—Ketua DPD Partai Golkar Salatiga, Agung Setiyono, Senin (11/5) kemarin, menjalani pemeriksaan di hadapan penyidik Tipikor Polres Salatiga. Yakni, dalam dugaan kasus penyelewengan dana bantuan partai politik (Banpol).

Agung yang juga mantan anggota DPRD Salatiga periode 2009-2014 ini datang ke Mapolres sekitar pukul 09.00. Ia didampingi beberapa kuasa hukumnya, yakni Heru Wismanto dan rekan.

Kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kasatreskrim Polres Salatiga AKP Moch Zazid mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap Agung ini merupakan awal pemeriksaan setelah yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka pada bulan Februari lalu. Sedangkan materi pemeriksaan masih bersifat umum, seputar kapasitasnya selaku ketua partai.

Zazid menambahkan, audit dari BPKP Jateng terkait jumlah kerugian negara juga belum turun. Sesuai ketentuan, BPKP memiliki waktu 20 hari setelah berkas laporan masuk dan batas akhir laporan hasil audit tersebut jatuh pada Senin (11/5) kemarin. Namun demikian, hasil audit tersebut bisa diperpanjang. “Ini memang hari terakhir pemeriksaan. Tapi sampai saat ini, audit dari BPKP belum turun,” ujar Moch Zazid saat dikonfirmasi, Senin siang kemarin.

Mengenai apakah tersangka Agung langsung ditahan? Zazid mengatakan bahwa pihaknya belum menahan, karena tersangka bersikap kooperatif. Sebagaimana diketahui, Polres Salatiga menetapkan Agung Setiyono sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan dana bantuan politik (Banpol) DPD Partai Golkar Salatiga.

Penetapan Agung ini dilakukan setelah penyidik menggelar pemaparan kasus (ekspos) tersebut, Selasa (3/2) lalu. Dari hasil ekspos, petugas memiliki cukup bukti tentang adanya dugaan penyimpangan dana banpol yang berasal dari APBD itu. Ditemukan kerugian negara sekitar Rp 105 juta, karena ada pengeluaran yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Kasus ini bergulir setelah Kepala Sekretariat DPD Partai Golkar Kota Salatiga, Gancar Widarso melaporkan Agung ke Mapolres Salatiga atas dugaan penggelapan dana partai total sekitar Rp 183 juta. Pelaporan yang dilakukan Widarso dilakukan langsung kepada Kapolres Salatiga saat itu AKBP Dwi Tunggal Jaladri pada Agustus 2014. (abd/ida)