GAJAH MUNGKUR – Perkembangan dunia kepramukaan di sekolah Madrasah dan Pondok Pesantren (Ponpes) tidak jauh berbeda dengan sekolah-sekolah lain yang di luar naungan Kementerian Agama (Kemenag).

Menurut Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jateng, Ahmadi, kepramukaan di Madrasah dan Ponpes sudah dilakukan sejak lama. Karena pramuka sesungguhnya tidak asing bagi siswa di madrasah. Istilah kepanduan sudah digerakkan sejak lahirnya ponpes tahun 1920-an. ”Tetapi kepanduan dulu berbeda dengan kepramukaan saat ini. Kalau dulu lebih diisi dengan upaya spiritualisme dan semangat melawan penjajah, kalau sekarang bagaimana membentuk karakter siswa yang berguna bagi bangsa,” ujar Ahmadi, Senin (11/5).

Oleh sebab itu, lanjut Ahmadi, guna menegaskan peran serta madrasah dalam dunia kepramukaan, dilakukan kegiatan perkemahan nasional yang akan diikuti oleh semua madrasah se-Indonesia. Dilaksanakan di lapangan tembak Akmil, Magelang, pada 11 hingga 15 Mei.

”Perkemahan pramuka madrasah pertama. Sesungguhnya adalah kegiatan Dirjen Kementerian Agama. Segala kegiatan mendapat arahan dari panitia pusat. Di daerah diarahkan oleh kwarda, sehingga pada 10 Mei kemarin,” ujarnya. Kegiatan tersebut rencananya dibuka oleh Menteri Agama dan beberapa Dirjen, serta Direktur Madrasah.

Dijelaskan Ahmadi, ke depan Madrasah akan mengeluarkan dua output besar, antara lain keilmuan dan akhlakul karimah, di mana kedua hal tersebut tidak terpisahkan. ”Ketika mereka mendapatkan ilmu keislaman dan ilmu pengetahuan lainnya, maka harus diimbangi dengan pembentukan akhlakul karimah. Dengan perkemahan pramuka ini akan lebih mendukung terhadap pembentukan akhlakul karimah yang sekarang sikap untuk revolusi mental,” tuturnya.

Selain itu, imbuhnya, melalui perkemahan dapat memberikan wawasan dan pengalaman anggota pramuka di madrasah. Kegiatan kepramukaan mampu mencetak kader pemimpin yang kuat serta menumbuhkan sikap disiplin. ”Perkemahan dapat memberikan wawasan dan keterampilan dalam dunia pramuka. Dan kami ingin mempererat tali silaturahmi antar sesama siswa, serta seluruh kakanwil Kementerian Agama seluruh Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Jateng, Nur Abadi mengatakan sebanyak 1.290 siswa madrasah dari 33 provinsi se-Indonesia akan menjadi peserta perkemahan nasional. Selain itu juga melibatkan guru dari masing-masing madrasah. ”Guru-guru kita ada yang terlibat di dalam kepengurusan kwarcab. Kebetulan untuk mulai tahun ini kita bisa melaksanakan sendiri,” katanya. (ewb/zal/ce1)