Kepala Puskesmas Kalongan Dinilai Arogan

264

UNGARAN-Sejumlah pegawai Puskesmas Kalongan di Kabupaten Semarang, mengeluarkan petisi berisi keberatan atas cara kepemimpinan kapala Puskesmas yang baru menjabat periode Februari 2015, dr Ga. Keberatan tersebut disampaikan kepada Bupati Semarang, Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah.

Dalam petisi yang ditandatangani 22 pegawai Puskesmas Kalongan tersebut menyebutkan bahwa kepala Puskesmas terlalu intervensi dan mengintimidasi yang berujung terhambatnya kinerja karyawan. Selain itu, kepala Puskesmas dinilai sangat arogan saat mengambil keputusan. Bahkan kerap menyampaikan pesan singkat yang bernada ancaman dan juga berbau suku, agama dan ras (SARA) yang membuat pegawai tidak nyaman. Sehingga para pegawai menghendaki agar Dinkes dapat menindaklanjuti permasalahan tersebut.

Koordinator LSM Gempar Jateng, Wijayanto mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan surat petisi dari pegawai Puskesmas Kalongan yang memohon bantuan untuk mengawal permasalahan tersebut. Menurut Wijayanto, apa yang telah disampaikan pegawai Puskesmas Kalongan tersebut dilengkapi bukti-bukti berupa pesan singkat bernada ancaman dari Kepala Puskesmas Kalongan. “Dari pengakuan para pegawai yang menandatangani petisi tersebut jelas itu sebuah arogansi pemimpin kepada bawahannya,” tutur Wijayanto, Senin (11/5) siang.

Wijayanto menambahkan kondisi tersebut menandakan ada komunikasi kurang baik antara atasan dengan bawahan. Jika hal itu dibiarkan, akan berimbas pada pelayanan masyarakat menjadi buruk. “Saya berharap bupati maupun kepala Dinkes bertindak tegas. Sehingga pelayanan masyarakat tidak terganggu. Sebab, jika kondisi seperti itu dibiarkan terus menerus akan mengganggu pelayanan masyarakat,” kata Wijayanto.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Semarang, dr. Gunadi mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengambil langkah masalah di Puskesmas Kalongan. Rencananya akan memanggil pegawai dan Kepala Puskesmas Kalongan untuk didengar penjelasannya. Selain itu, pihaknya akan melakukan langkah pembinaan.

“Mungkin karena itu pimpinan baru, jadi memang baru tahap penyesuaian. Untuk lebih jelasnya, saya akan panggil pegawai dan kepala Puskesmas, saya ingin tahu sebenarnya yang terjadi seperti apa,” kata Gunadi singkat. (tyo/ida)