Kejari Tahan Paksa Harini

199
(JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
(JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KALISARI – Duduk di kursi roda dengan mengenakan pakaian abu-abu, raut wajahnya tampak pucat, karena sakit. Itulah kondisi tersangka kasus korupsi program Semarang Pesona Asia (SPA) 2007, Harini Krisniati saat dibawa tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang, menuju Lembaga Pemasyarakatan (LP) Wanita Kelas II A, Bulu, Semarang, Senin (11/5)

Harini dijemput pukul 17.04 dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Kariadi Semarang menggunakan mobil Avanza pelat merah H 9508 AW. Dikawal 4 petugas kejaksaan dan keluarganya. Mobil yang mengangkut cukup berdesakan. Keluarganya menghalang-halangi wartawan ketika hendak mengambil foto. Bahkan seorang keluarganya sempat menekankan sedikit nada ancaman kepada wartawan. ”Kalian nulis berita diplintir-plintir, saya nanti gelar konferensi pers. Saya balas nanti,” ucap salah satu keluarga Harini. Bahkan keluarga Harini banyak yang mendampingi dan memaksakan berdesakan menaiki mobil yang digunakan untuk mengantar Harini.

Sesampainya di Lapas Bulu, Harini juga sempat berteriak-teriak menolak untuk dimasukkan ke lapas. Beberapa Kasi Kejari Semarang seperti Kasi Tipidsus, Sutrisno Margi Utomo, Kasi Tipidum, Teguh Imanto, Kasi Pembinaan, Evan Satria, Kasi Intelijen, Dodik Hermawan dan Ketua Tim Penyidik, Dadang Suryawan serta staf kejari lainya, ikut mendampingi proses penahanan Harini.

Kepala Kejari Semarang, Asep Nana Mulyana mengatakan bahwa pihaknya sudah menerbitkan surat penahanan lanjutan, yang isinya agar tersangka dapat langsung ditahan di Lapas Wanita, Bulu, Semarang. ”Kami sudah terbitkan surat perintah penahanan lagi kepada yang bersangkutan setelah mendapat rekomendasi dari Direktur Umum dan Operasional RSUP dr Kariadi, dokter Darwito SHSpb (K) Onk. Bahwa yang bersangkutan sudah dapat pulang dan tidak memerlukan perawatan lagi,” ujar Asep.

Sebelumnya, petugas Kejari berjaga di RS Telogorejo sempat bingung karena Dra H (Harini) sempat keluar dari Rumah Sakit Telogorejo, dan setelah ditelusuri Harini tidak berada di ruangannya. ”Lalu saya minta Kasi Tipidsus menghubungi dan mengecek RS, ternyata RS sempat tidak memperbolehkan. Rupanya Rabu (6/5) tersangka sudah tidak di RS Telogorejo. Informasi tim kami ternyata Dra H (Harini) keluar tidak sepengetahuan rumah sakit maupun pihak kami,” sebutnya.

Setelah itu, lanjut Asep, tim penyidik menegaskan kepada pihak RS Telogorejo di mana keberadaan Harini, dan akhirnya mengakui bahwa pasien sudah dirawat di RSUP dr Kariadi. ”Nah, setelah kejadian tersebut, Jumat (8/5) malam, kami berikan kesempatan bagi pihak RSUP dr Kariadi untuk melakukan observasi terhadap kondisi yang bersangkutan. Setelah kami dapat rekomendasi dari dokter yang bertanggung jawab, maka kami langsung lakukan penindakan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Wanita kelas II A, Bulu, Semarang, Suprobowati membenarkan ada tahanan bernama Harini. Dia menghuni ruang Masa Pengenalan Lingkungan (Mapenaling) selama satu minggu hingga 29 Mei mendatang. ”Kami sudah terima, secara fisik kondisi tahanan sehat namun bisa dipastikan bahwa kondisi orang yang mau masuk lapas pasti akan nge-drop. Kami juga sudah terima semua surat-suratnya dan membuat BAP penerimaan tahanan,” sebutnya.

Terpisah, Direktur Umum dan operasional RSUP dr Kariadi, dr Darwito SHSpb (K) Onk mengatakan bahwa kondisi pasien sudah tidak memerlukan perawatan lagi. ”Oleh karena itu, pasien sudah tidak memerlukan perawatan dan bisa pulang hari ini,” katanya.

dr Darwito menyebutkan, sebelumnya pasien bernama Harini yang dirawat di rumah sakitnya beralamat, di Perumahan Taman Setiabudi Blok I/18 Srondol, Semarang. ”Mulai tanggal 8 Mei 2015 ditangani oleh dokter penanggung jawab pasien (DPJP), dr Alifiati Fitrikasari,” tandasnya. (bj/zal/ce1)