TUNGGU PENUMPANG: Sejumlah bus angkutan umum di Kendal yang sudah tua dan tidak laik jalan butuh peremajaan. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUNGGU PENUMPANG: Sejumlah bus angkutan umum di Kendal yang sudah tua dan tidak laik jalan butuh peremajaan. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Banyaknya angkutan umum tua yang beroperasi menjadi perhatian khusus dari Pemkab Kendal. Pemkab berencana akan melakukan peremajaan sejumlah angkutan umum, terutama bus kota yang tua dan sudah tidak laik jalan. Meski begitu, Pemkab menjamin peremajaan tidak akan mengancam awak angkutan, baik sopir maupun kernet. Sebab, semua semua akan ditampung dan dipekerjakan kembali.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kendal, Subarso mengatakan, peremajaan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan transportasi layak bagi masyarakat. Yakni transportasi yang bagus, murah dan cepat. “Selain peremajaan, juga akan kami lalukan pengaturan jam keberangkatan dan penertiban,” katanya, kemarin.

Subarso menambahkan, sudah berkali-kali melakukan operasi terhadap kelaikan kendaraan, tapi upaya itu sia-sia lantaran banyaknya angkutan yang membandel. “Selain itu kami akan upayakan pengoptimalan terhadap terminal Bahurekso yang sudah mulai aktif ini,” imbuhnya.

Ia memastikan, nasib para awak angkutan umum tidak bakal terancam. Pihaknya berencana mengajukan master plan terkait pembaharuan angkutan umum yang ada di Kabupaten Kendal ini, karena selama ini banyak ditemukan telah dalam kondisi cukup memprihatinkan.
Rencana peremajaan akan diajukan di anggaran perubahan tahun ini. Sehingga diharapkan angkutan umum sudah dapat diremajakan seluruhnya tahun 2016 mendatang. “Pembaharuan angkutan umum bus, akan dilakukan terkait adanya rencana dari Kementerian Perhubungan, yang akan memberikan bantuan berupa 1.000 bus bagi Pemda,” tambahnya.

Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti mengatakan, pengelolaan dan gaji bagi supir bus akan diserahkan kepada Pemda. Begitupuan alokasi bus yang akan diberikan oleh pemerintah pusat, nantinya akan dikaji sesuai kebutuhan jumlah trayek. “Para sopir bus yang ada akan difasilitasi, untuk mengoperasionalkan bus bantuan. Mereka nantinya akan menjadi pegawai Pemda dan menerima gaji. Tentu saja hal itu kami lakukan karena tidak ingin hanya sekedar menggusur mereka, tanpa memberikan solusinya,” katanya.

Terkait kondisi bus yang tidak laik jalan, Organda dan Dishub selama ini telah berulangkali memberikan imbauan, agar ada perbaikan ataupun pembaharuan. Namun ternyata tidak berjalan dengan baik. “Selain itu, di Kendal, masih minim angkutan umum masuk desa, padahal kondisinya sangat dibutuhkan masyarakat,” tambahnya. (bud/fth)