Karlo Manik. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Karlo Manik. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL- Wilayah Kendal masuk dalam kategori lemah dan semrawut dalam pengelolaan dan penyediaan sarana perhubungan darat. Mulai dari kondisi buruknya jalan, sarana pejalan kaki yang menjadi lokasi parkir kendaraan, marka jalan, rambu lalu lintas sampai kelaikan angkutan umum. Hal itu dikatakan Ketua Tim Wahana Tata Nugraha (WTN) Jateng I Dirjen Perhubungan Darat, Karlo Manik pada paparan WTN Kendal di ruang Operational Room Kantor Bupati Kendal, Jumat (8/5).

Menurutnya, Kendal masih di bawah Kota Solo dan Semarang yang mulai rapi dalam penataan sarana perhubungan darat. “Dari hasil yang kami temukan, banyak kelemahan yang perlu dibenahi oleh Pemkab Kendal. Makanya, dalam pemaparan, kami sertakan juga saran bagi pemkab agar sarana jalan dan transportasi darat bisa dibenahi,” ujarnya.

Kelemahan transportasi darat di Kendal, kata dia, di antaranya tidak ada pengaturan jam keberangkatan angkutan umum di Kendal yang pasti. Sehingga, masyarakat merasa dirugikan karena ketika menunggu angkutan umum tidak pasti berapa lama waktu harus menunggu bus.
“Semestinya ada pengaturan jam keberangkatan. Misalnya 5 atau 10 menit sekali ada kepastian jam berangkat angkutan. Sehingga masyarakat tidak menunggu lama. Kalau tidak ada kepastian, masyarakat akan lari menggunakan kendaraan pribadi,” jelasnya.

Selain itu, dalam hal penataan trotoar di sepanjang jalan kabupaten. Dikatakannya, banyak trotoar beralih fungsi menjadi tempat pemasangan spanduk, mangkal PKL, area parkir dan sebagainya. Sehingga mengganggu hak para pejalan kaki.

Trotoar, menurutnya, juga belum mengakomodasi para penyandang cacat. Seperti banyaknya pohon di lahan trotoar dan halangan lainnya. “Semestinya kaum difabel harus diperhatikan. Sehingga mereka bisa menikmati kota dengan nyaman tanpa harus mengurung diri di rumah,” katanya.

Kondisi jalan juga banyak yang berlubang, sehingga membahayakan bagi para pengguna jalan. Semestinya wajib bagi pemerintah untuk memperbaiki jalan. Sebab, jika ada warga yang mengalami kecelakaan, pemerintah bisa disalahkan dan dituntut di muka pengadilan.
Selain itu keberadaan angkutan umum, menurutnya, pemerintah belum melakukan uji kelaikan secara benar. Banyak angkutan tidak laik jalan, tapi masih dibiarkan beroperasi.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kendal Widya Kandi Susanti mengatakan, akan melakukan peremajaan angkutan massal. Ia mengakui, kondisi angkutan umum baik kota maupun desa sudah berusia tua dan memperihatinkan. “Ya, memang ada rencana untuk peremajaan, karena kondisi angkutan sudah tua dan memprihatinkan,” ujarnya.

Rencana peremajaan transportasi tersebut sudah dianggarkan dalam Anggaran Perubahan 2015. Namun, anggaran tersebut masih sebatas master plan dan belum menyentuh Detail Engineering Design (DED). Ditargetkan, transportasi di Kabupaten Kendal menjadi lebih baik pada 2016 mendatang. “Sehingga kebutuhan peremajaan transportasi dapat dipenuhi 2016,” katanya.

Widya menyinggung soal kendaraan berpelat hitam yang digunakan menjadi transportasi umum, seperti di Kaliwungu. Menurutnya, hal itu perlu segera ditindaklanjuti dan dicari solusinya. “Seharusnya pelat hitam tidak boleh dioperasikan menjadi transportasi umum. Kami sudah melakukan sosialisasi lewat Dishub, tapi hasilnya meereka masih beroperasi. Kami akan segera mencari solusi, supaya langkah pemerintah juga tidak merugikan masyarakat,” paparnya. (bud/aro)