Sulistyo. (DOK/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Sulistyo. (DOK/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Ketua Umum PGRI yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr H Sulistyo, MPd masih mempertimbangan tawaran Koalisi Tugu Muda (KTM) untuk mencalonkan diri sebagai Wali Kota Semarang periode 2015-2020 dalam Pilwalkot 9 Desember mendatang. Alasannya, saat ini dirinya masih setahun sebagai anggota DPD RI.

”Secara pribadi saya masih mempertimbangkan Mas, apalagi saya baru setahun di DPD, dan pertimbanganya sangat banyak sekali, coba nanti malam ikhtiar dulu, kan pendaftaran terakhirnya masih besok malam (malam ini, 9/5),” kata Sulistyo saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (8/5).

Sulistyo mengakui, sudah banyak tokoh masyarakat yang menginginkan dirinya maju di Pilwalkot Semarang mendatang. Ia juga menyatakan merasa tersanjung atas pinangan KTM tersebut.

”Tokoh masyarakat banyak mengiginkan saya kembali ke daerah, karena mereka memandang saya banyak menjabat secara nasional saja, seperti Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Ketua Umum Pengurus Pusat Asosiasi IKIP/FKIP Swasta Indonesia, Ketua MPO KSPI dan sebagainya. Beberapa tokoh masyarakat yang menghubungi saya juga telah melakukan diskusi agar saya maju di daerah, khususnya Kota Semarang,” ungkapnya.

Mantan Rektor Universitas PGRI Semarang tersebut menilai Pilwalkot Semarang sudah waktunya rakyat memilih calon wali kota yang terbaik, yakni calon wali kota yang mampu melakukan terobosan di luar kebiasaan.

”Artinya, tidak hanya melakukan tugas-tugas rutin, tapi memang ada tradisi memaksimalkan potensi, sehingga bisa membawa lompatan jauh lebih baik dari Semarang yang sekarang,” katanya.

Menurut dia, Kota Semarang sudah agak lama terlambat, sehingga calon Wali Kota Semarang harus mampu membawa Semarang lebih baik. ”Calon (wali kota) harus mampu membawa Semarang lebih baik, meliputi segala aspek kehidupan perkotaan yang lebih modern tapi tetap menjaga tradisi. Calon harus mampu melahirkan sinergisitas menjadi kota yang mampu membawa kesejahteraan rakyat dan menjadi tempat yang sejuk, baik untuk penghuni asli Semarang maupun pendatangnya,” harapnya.

Seperti diberitakan Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (8/5) kemarin, Koalisi Tugu Muda (KTM) yang terdiri atas PKS-Golkar-Demokrat, dipastikan mengusung kandidat sendiri dalam pemilihan wali kota-wakil wali kota (Pilwalkot) Semarang pada 9 Desember mendatang. Salah satu sosok yang masuk dalam penjaringan KTM adalah Dr H Sulistyo, MPd, dia merupakan anggota DPD RI sekaligus Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI). Sulistyo dinilai mampu menandingi dua kandidat calon wali kota lainnya, yakni Hendrar Prihadi (incumbent) dan Soemarmo HS (mantan Wali Kota Semarang 2010-2012).

Ketua KTM Agung Budi Margono menyatakan, selama ini pihaknya telah meminta masukan kepada sejumlah elemen masyarakat, mulai dari warga biasa, para pakar, termasuk para tokoh masyarakat yang ada di Semarang. Tujuannya, untuk mengetahui figur yang memang mumpuni dan bisa diterima masyarakat Semarang secara luas. Dari hasil diskusi panjang, muncul nama Sulistyo. Menurut Agung, anggota DPD RI itu adalah sosok yang dibutuhkan dalam kepemimpinan daerah.

”Kita sudah silaturahmi ke rumah Pak Sulis dan responsnya positif. Kami melihat figur Pak Sulis ini sangat dibutuhkan dalam kepemimpinan Semarang. Dan selama ini (Sulistyo) memiliki kontribusi besar di Semarang,” ujar Agung BM, didampingi Sekretaris KTM Agung Priyambodo, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (7/5) malam.

Pihaknya berharap Sulistyo bisa berpartisipasi dalam pembangunan Kota Semarang menjadi lebih baik melalui KTM. ”Kita masih menunggu keputusan beliau (Sulistyo), karena masih perlu dikomunikasikan dengan organisasinya beliau. Kita tunggu lampu hijaunya,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Semarang ini.

WS Basuki Tak Direstui
Sementara itu, anggota DPRD Kota Semarang dari Partai Nasdem WS Basuki yang mendaftar bakal calon wakil wali kota di Koalisi Tugu Muda bakal dicabut. Pasalnya, anggota Komisi A DPRD Kota Semarang ini belum mendapat izin dari partainya.

Ketua DPW Partai Nasdem Jateng, Setyo Maharso, mengakui, kadernya yang menjabat wakil rakyat itu belum mendapat izin pencalonan dari partai.

”Izin belum keluar, tapi WS Basuki sudah mendaftar. Konfirmasi dari yang bersangkutan, Jumat (8/5) ini (kemarin), beliau mau mencabut berkas pendaftaran itu. Pak WS Basuki juga sudah mendapat surat, dan tetap ditugaskan sebagai anggota dewan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Selain itu, kata dia, yang bersangkutan juga belum mengajukan izin pencalonan sebagai balon wakil wali kota ke DPD Nasdem Kota Semarang.

”Mekanismenya ya harus mengajukan izin dulu melalui DPD kabupaten atau kota, baru diteruskan ke kami (DPW Nasdem Jateng),” tegasnya.

Ketua DPD Nasdem Kota Semarang, Dandan Febri Hardiana, mengakui, belum menerima surat pengajuan izin dari WS Basuki untuk ikut penjaringan kandidat wakil wali kota lewat KTM. Dikatakan, sesuai mekanisme partai, yang bersangkutan harus terlebih dahulu mengajukan izin ke DPD Nasdem Kota Semarang.

”Mekanisme partai kami seperti itu. Mengajukan izin dulu ke DPD kabupaten/kota, diteruskan ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Provinsi,” katanya.

WS Basuki sendiri saat dikonfirmasi melalui telepon seluler enggan berkomentar menanggapi hal tersebut. ”Maaf saya lagi ada tamu,” kelitnya. (bj/mha/aro/ce1)